Kanwil Kemenag Lampung Instruksikan Madrasah dan Pesantren Gelar Nobar Film Ageman

1 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

BANDAR LAMPUNG, HOLOPIS.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung mendukung pemutaran film Ageman yang mengangkat pesan toleransi, kerukunan antarumat beragama, dan moderasi beragama.

Kepala Kanwil Kemenag Lampung Zulkarnain bahkan akan mendorong jajaran madrasah dan pondok pesantren di wilayah Lampung untuk mengagendakan nonton bareng (nobar) sekaligus diskusi mengenai film tersebut.

Dukungan itu disampaikan Zulkarnain saat menerima kru dan talent film Ageman di Aula Pepadun Kanwil Kemenag Lampung, Rabu (23/9/2026).

Zulkarnain menilai pesan toleransi yang diangkat dalam film tersebut relevan dengan semangat moderasi beragama. Menurutnya, keberagaman keyakinan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dikelola dengan sikap saling menghormati.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan tidak berubah menjadi alasan untuk membangun permusuhan.

“Wasatiyah itu berada di tengah. Kita tidak boleh berada pada sikap yang berlebihan. Ketika seseorang merasa paling benar, yang berbahaya adalah ekstrem,” kata Zulkarnain.

Zulkarnain mengibaratkan keberagaman seperti sebuah pertunjukan musik. Menurutnya, harmoni justru lahir dari berbagai alat musik yang memiliki karakter berbeda.

“Ketika ada alat musik petik, alat musik tiup, piano atau keyboard, kemudian semuanya saling memahami dan mengambil peran, maka tercipta harmoni dan keindahan,” ujarnya.

Menurut Zulkarnain, analogi tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan pandangan yang beragam.

“Jangan sampai perbedaan menjadikan kita bermusuhan. Bagaimana perbedaan itu justru menjadi semangat dan teladan bagi generasi muda untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan,” kata dia.

Film Ageman Angkat Pesan Toleransi

Film Ageman merupakan karya sinematik yang mengangkat tema moderasi beragama, toleransi, serta pentingnya dialog dalam memahami perbedaan.

Secara filosofis, kata Ageman dikenal dalam sejumlah bahasa daerah di Indonesia dengan makna yang berkaitan dengan pakaian, pedoman, atau keyakinan. Judul tersebut membawa pesan bahwa identitas suku, agama, ras, dan budaya merupakan bagian dari keberagaman yang semestinya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

Film ini mengangkat kisah Ratri yang pada awal cerita cenderung menutup diri dari lingkungan sosial dan hanya berinteraksi dengan kelompok yang memiliki keyakinan sama dengannya.
Dalam perjalanan cerita, Ratri bertemu dengan Bianca. Pertemuan tersebut kemudian membawanya dalam perjalanan untuk memahami perbedaan melalui dialog bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh adat.

Sutradara Ageman, Jasper Lance, mengatakan film tersebut dibangun dari gagasan bahwa perjumpaan dan dialog dapat menjadi jalan untuk memahami perbedaan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU