HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar mengingatkan agar pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan tidak sampai membuat manusia kehilangan kendali atas penggunaannya.
Menurutnya, teknologi harus diposisikan secara tepat sebagai instrumen yang membantu manusia, termasuk dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menag saat meluncurkan e-SMART KOMITE, sebuah platform digital yang diinisiasi oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Ia menegaskan agar teknologi tidak diperlakukan sebagai pengendali utama kehidupan manusia.
“Jangan pernah menjadikan teknologi sebagai tuan, jadikanlah teknologi sebagai pelayan, teknologi harus melayani manusia bukan manusia yang diperbudak oleh teknologi,” tegas Menag Nasaruddin Umar.
Menag menjelaskan bahwa kehadiran teknologi informasi melalui platform e-SMART KOMITE ini dirancang untuk mempermudah fungsi pengawasan, pengendalian, serta proses pembelajaran di madrasah.
Dengan sistem yang terintegrasi tersebut, ia optimis kualitas madrasah dan para santri ke depannya dapat melaju lebih cepat.
Lebih lanjut, Menag menilai bahwa proses digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi semata, melainkan harus diarahkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan manusia serta memperluas akses layanan pendidikan yang merata.
“Digitalisasi harus memperluas akses dan harus membantu kita untuk memahami kebutuhan,” ujar Nasaruddin.
Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna dan terarah, ia berharap madrasah bertransformasi menjadi institusi yang mampu menjawab tantangan zaman serta melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.
Transformasi ini sekaligus diproyeksikan untuk memberikan manfaat nyata bagi seluruh madrasah di Indonesia dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.




