Influenza A Bukan Flu Burung, IDAI Ungkap Kenapa Virus Ini Diwaspadai

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Influenza A kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kasus influenza di sejumlah wilayah. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan virus yang saat ini bersirkulasi pada manusia bukan berarti flu burung.

Dokter spesialis anak Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), menjelaskan influenza A merupakan salah satu tipe influenza yang memang sudah lama bersirkulasi pada manusia. Dua subtipe yang paling dikenal adalah A(H1N1) dan A(H3N2).

Menurut Anggraini, influenza pada manusia secara umum terbagi dalam beberapa tipe. Untuk manusia, influenza A dan B menjadi dua kelompok yang banyak ditemukan, dengan influenza A masih dominan bersirkulasi.

“Ini golongannya memang ada tipe-tipenya kalau ke manusia ini adalah A dan B seperti itu dengan tetap yang dominan adalah A dengan H1N1, H3N2 inilah yang masih terus ada bersirkulasi di kita,” jelasnya dalam media briefing, Jumat (18/9/2026).

Anggraini juga meluruskan anggapan bahwa influenza A yang beredar saat ini merupakan flu burung.

Menurutnya, influenza A merupakan kelompok virus yang memiliki banyak subtipe dan tidak hanya dapat menginfeksi manusia, tetapi juga hewan.

“Jadi bukan flu burung, bukan hal yang baru memang yang namanya flu itu mudah bermutasi,” tuturnya.

Kenapa Influenza A Jadi Perhatian?

Salah satu hal yang membuat influenza A mendapat perhatian adalah kemampuannya untuk mengalami perubahan.

Virus ini dapat menginfeksi manusia maupun sejumlah jenis hewan. Kondisi tersebut membuat perubahan genetik pada virus influenza A terus menjadi perhatian dalam pemantauan penyakit menular.

“Nah sekarang kok ada flu A, flu B ya? Apa sih bedanya?” kata dr Anggraini.

Ia kemudian menjelaskan bahwa influenza A lebih sering ditemukan dibandingkan influenza B. Virus influenza A juga dapat menginfeksi hewan, termasuk babi.

“Ini paling sering terjadi adalah justru flu A. Tadi sudah diperlihatkan di data juga flu A paling tinggi. Ternyata flu A ini yang kita harus hati-hati karena dia ini hobinya cepat sekali mutasi tidak hanya manusia, hewan pun juga dan yang terutama menjadi perhatian kita adalah babi,” ujarnya.

Bisa Memicu Pandemi?

Kemampuan influenza A untuk berubah juga berkaitan dengan potensi munculnya varian yang bisa menyebar luas pada manusia.

Anggraini mencontohkan sejumlah pandemi influenza yang pernah terjadi sebelumnya sebagai gambaran bagaimana perubahan virus menjadi perhatian dalam kesehatan global.

“Mutasinya ini yang A ini bisa menyebabkan pandemi sebagaimana dulu pandemi untuk pandemi yang saat awal flu Spain flu kemudian pandemi pada saat ada Mexican atau swine flu kalau masih ingat semuanya seperti itu,” jelas dr Anggraini.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU