Kemenkes Dirikan 2 RS Balon untuk Operasi Korban Gempa NTT

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut pemerintah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit (RS) lapangan berbasis tenda udara atau inflatable untuk memastikan pelayanan medis, termasuk operasi, tetap berjalan meski ancaman gempa susulan masih ada.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan, hingga Rabu (26/8), gempa tersebut telah menyebabkan 105 orang meninggal dunia.

Selain korban meninggal, sebanyak 385 orang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, 1.287 orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Dampak bencana juga membuat lebih dari 185 ribu warga harus mengungsi. Mereka tersebar di 444 titik pengungsian.

Kerusakan pada sejumlah fasilitas kesehatan membuat pelayanan medis tidak bisa sepenuhnya dilakukan di dalam gedung. Kemenkes kemudian memindahkan sebagian layanan ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Dua RS lapangan tersebut didirikan di Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Ketika bangunan faskes rusak atau retak, pelayanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar keselamatan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjamin,” kata Agus dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Kamis.

Sudah Operasi 8 Pasien

RS lapangan di Aeramo ternyata tidak sekadar menjadi tempat perawatan sementara. Hingga Selasa (25/8), tim medis telah melakukan tindakan operasi terhadap delapan pasien.

Penggunaan struktur inflatable menjadi salah satu solusi untuk menjaga pelayanan operasi tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya stabil.

Kemenkes juga memperkuat tenaga kesehatan di daerah terdampak. Sebanyak 207 relawan medis dari pusat telah diberangkatkan untuk membantu 70 rumah sakit dan 444 puskesmas yang berada di wilayah terdampak.

Sebanyak 78 relawan tambahan juga akan diterjunkan dan bertugas selama 14 hari ke depan.

Mobilisasi tenaga kesehatan lintas profesi tersebut dikoordinasikan melalui Health Emergency Operation Center (HEOC). Tenaga yang dikirim mencakup sejumlah kebutuhan spesialis, mulai dari dokter bedah dan ortopedi hingga tenaga gizi serta sanitasi.

Dokter Sempat Rasakan Gempa Saat Operasi

Dokter Alfin Bakhtiar Ilhami, Chief Resident Orthopaedi & Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) yang bertugas bersama tim RSUD Dr. Soetomo, turut menceritakan kondisi di lapangan.

Dalam sepekan terakhir, timnya telah menangani 18 pasien di RS lapangan. Dari jumlah tersebut, empat pasien mendapatkan perawatan konservatif, sedangkan 14 pasien lainnya harus menjalani operasi.

Salah satu tindakan yang dilakukan bahkan tergolong kompleks. Tim medis menangani pasien dengan patah tulang multipel yang terjadi pada bagian tulang selangka, lengan bawah, dan pergelangan kaki.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU