Bahlil Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Batu Bara Bakal Diolah Jadi Bensin

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan batu bara sebagai bahan baku bensin. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan siap mengoptimalkan potensi energi dalam negeri tersebut untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Namun, rencana itu masih berada dalam tahap pengkajian. Kementerian ESDM tengah mengevaluasi teknologi serta potensi batu bara Indonesia yang dapat diolah menjadi produk minyak dan bahan bakar.

Bahlil mengatakan pemanfaatan sumber energi dalam negeri menjadi salah satu langkah yang diarahkan pemerintah di tengah kondisi geopolitik global yang dinilai tidak menentu.

“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” ujar Bahlil ketika ditemui di sela-sela acara Donor Darah Ditjen Minerba di Jakarta, Senin.

Menurut Bahlil, arahan Prabowo tidak hanya menyasar batu bara. Pemerintah diminta melihat dan mengoptimalkan berbagai potensi energi yang tersedia di dalam negeri.

“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” kata Bahlil.

Teknologi Coal to Liquid

Teknologi untuk mengolah batu bara menjadi bahan bakar bukan hal yang sepenuhnya baru.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara pernah digunakan di sejumlah negara.

Salah satunya adalah Jerman Timur. Menurut Tri, teknologi tersebut pernah digunakan untuk menghasilkan minyak dari batu bara yang kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar tank.

Tri juga mencontohkan Afrika Selatan yang hingga kini menggunakan teknologi pencairan batu bara melalui perusahaan energi dan kimia Sasol.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” kata Tri.

Meski teknologinya telah digunakan di negara lain, pemerintah belum menyatakan bahwa produksi bensin dari batu bara Indonesia akan langsung berjalan.

Tri mengatakan Kementerian ESDM masih mengevaluasi sejumlah aspek, termasuk teknologi yang akan digunakan serta potensi batu bara Indonesia.

“Nanti beberapa sedang dievaluasi lah,” kata Tri.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU