Harga Minyak Makin Panas! Pipa Utama Arab Saudi Kena Serangan Drone

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga minyak dunia kembali memanas setelah Arab Saudi menutup jalur pipa minyak East-West yang menjadi salah satu rute penting ekspor minyak negeri tersebut. Penutupan dilakukan setelah fasilitas itu terdampak serangan drone yang disebut berasal dari wilayah Irak.

Kondisi ini langsung membuat pasar energi kembali waswas. Apalagi, jalur tersebut selama ini menjadi alternatif penting untuk mengirim minyak Arab Saudi ke Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Pada perdagangan 13 September 2026, harga minyak bergerak naik tajam.

Mengutip data yang tercantum dalam materi CNBC International, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,8% menjadi US$102,87 per barel. Sementara minyak mentah Brent menguat 3,1% ke level US$107,87 per barel.

Pergerakan tersebut terjadi setelah serangan drone pada 10 September 2026 menyebabkan kerusakan pada fasilitas East-West Pipeline.

Arab Saudi kemudian menghentikan sementara operasional pipa tersebut sebagai langkah pengamanan. Pemerintah Saudi belum memberikan rincian mengenai tingkat kerusakan maupun berapa lama penutupan akan berlangsung.

Pipa Strategis Arab Saudi

East-West Pipeline bukan jalur minyak biasa. Pipa sepanjang sekitar 1.200 kilometer itu membentang dari kawasan penghasil minyak di bagian timur Arab Saudi menuju pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Kapasitas penuhnya mencapai sekitar 7 juta barel per hari, sehingga keberadaan jalur ini sangat penting bagi fleksibilitas ekspor minyak Saudi.

Jalur tersebut juga memiliki fungsi strategis karena memungkinkan Arab Saudi mengirim minyak melalui Laut Merah dan mengurangi ketergantungan pada rute yang melewati Selat Hormuz.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa sejak gangguan di Selat Hormuz meningkat akibat konflik di kawasan, East-West Pipeline menjadi semakin penting bagi aliran ekspor minyak Saudi.

Pasar Kembali Dibayangi Krisis Pasokan

Penutupan pipa membuat kekhawatiran terhadap pasokan minyak global kembali meningkat.

Pasar minyak sebelumnya sudah berada dalam tekanan akibat konflik di Timur Tengah dan terganggunya jalur pelayaran di kawasan tersebut. Kini, gangguan terhadap infrastruktur minyak Saudi menambah satu persoalan baru.

Reuters melaporkan penutupan pipa tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar energi karena Saudi harus mencari jalur alternatif untuk mengalirkan minyaknya.

Sejumlah laporan juga menyebut dampak gangguan tersebut mulai terasa pada pengiriman minyak ke sejumlah pasar, sementara Saudi disebut mempertimbangkan peningkatan pengiriman melalui jalur lain.

East-West Pipeline selama ini berfungsi sebagai salah satu jalur alternatif ketika pengiriman melalui Teluk menghadapi risiko.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU