Uang Rp3,5 Miliar Ahmad Ali Disita KPK, Begini Gurita Bisnis Tambang Politisi PSI

0 Shares

Jakarta, Holopis.com – Uang Rp3,5 miliar milik Ketua Harian PSI Ahmad Ali disita KPK terkait kasus batu bara Kukar. Begini jejak bisnis tambangnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp3,5 miliar milik Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali.

Penyitaan tersebut dilakukan dalam pengusutan dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait bisnis jalan angkut atau hauling batu bara di Kutai Kartanegara (Kukar).

Kasus tersebut sebelumnya menyeret nama mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

KPK kini menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik pungutan atas pemanfaatan fasilitas jalan angkut batu bara di wilayah tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya penyitaan uang tersebut.

Menurut dia, tindakan penyitaan dilakukan karena penyidik memiliki dugaan bahwa uang yang diamankan berkaitan atau bersumber dari tindak pidana korupsi yang tengah diusut di wilayah Kukar.

“Atas uang-uang yang sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik, artinya ada keyakinan bahwa uang-uang itu memang diduga terkait ataupun bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan penyidikan di wilayah Kukar,” kata Budi Prasetyo.

Penyitaan ini kemudian membuat rekam jejak Ahmad Ali di dunia usaha kembali menjadi perhatian.

Sebelum dikenal sebagai salah satu elite politik nasional, Ahmad Ali telah lama berkiprah sebagai pengusaha di Sulawesi Tengah.

Ahmad Ali lahir di Desa Wosu, Morowali, Sulawesi Tengah, pada 16 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, pada 1993.

Karier bisnisnya mulai berkembang sejak 2005.

Sejumlah perusahaan yang pernah dipimpinnya antara lain PT Graha Mining Utama, PT Graha Agro Utama, PT Graha Istika Utama, dan PT Tadulako Dirgantara Travel.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Khoirudin Ainun Najib

BACA LAINNYA

Holopis UMKM

YANG BARU