JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kereta Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome – Manggarai yang dibangun oleh PT Waskita Karya akhirnya rampung.
Layanan transportasi tersebut akhirnya memasuki babak baru dengan uji coba perdana operasional dan layanan yang sudah dilakukan sejak kemarin, Kamis (10/9/2026).
Direktur Operasi II PT Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko menyatakan bahwasanya uji coba ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern.
Harapannya agar masyarakat dapat merasakan secara langsung layanan terbaru dari LRT Jakarta ini. untuk jadwal operasional lebih lanjut masih belum ditentukan. Jakpro sebagai pemilik proyek akan menetapkan jadwal berikutnya.
“Pada keterangan sebelumnya, kami menginformasikan terkait jadwal waktu operasional terbatas. Namun saat ini informasi tersebut masih bersifat dinamis dan belum pasti, karena menunggu hasil keseluruhan uji coba,” jelas Paulus dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).
Meski begitu dirinya menegaskan, seluruh tahapan pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun itu telah rampung dikerjakan. Paulus pun memastikan, LRT Jakarta Fase 1B aman serta nyaman digunakan, karena sudah melewati berbagai rangkaian tes menyeluruh dan terstruktur.
“Kami bersyukur akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang. Kami percaya, setiap meter jalur LRT merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita Karya sebagai kontraktor,” ujar dia.
Dalam proses konstruksi, lanjutnya, Perseroan selalu mengutamakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Konsistensi itu terlihat dari angka pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pekerjaan LRT Jakarta 1B.
“Capaian tersebut menjadi pondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Hal ini turut memperkuat rekam jejak kami sebagai BUMN Konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun beragam infrastruktur,” jelas Paulus.
Ia menuturkan, Perseroan membangun jalur LRT Jakarta sepanjang 6,4 kilometer dilengkapi lima stasiun mencakup Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, serta Manggarai. Semua stasiun itu Jakarta dirancang agar bisa terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.
“Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung modernisasi dan konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) yang sejalan dengan target pemerintah,” tutur Paulus.




