BerandaNewsNanik S Deyang Mundur dari BGN, Ngaku Trauma Pegang Anggaran Rp229 Triliun...

Nanik S Deyang Mundur dari BGN, Ngaku Trauma Pegang Anggaran Rp229 Triliun hingga Kena Sakit Jantung

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMNanik S Deyang mengundurkan diri dari Kepala BGN usai mengaku trauma mengelola anggaran Rp229 triliun. Stres berat disebut memicu sakit jantungnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil setelah ia mengaku mengalami gangguan kesehatan berupa penyakit jantung koroner yang disebut dipicu oleh stres berat selama memimpin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengunduran diri Nanik disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan telah diterima. Ia mengungkapkan alasan utama mundur dari jabatan sebagai Kepala BGN adalah untuk menjalani pengobatan ke luar negeri.

Sebelum pengumuman resmi tersebut, Nanik lebih dulu membagikan curahan hatinya melalui akun Facebook pribadi pada Selasa (21/7/2026). Dalam unggahan itu, ia menceritakan kondisi kesehatan yang memburuk selama memimpin lembaga yang mengelola salah satu program prioritas pemerintah.

Menurut Nanik, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya sumbatan pada arteri jantung. Selain dipengaruhi kadar kolesterol yang tinggi, dokter juga menyebut stres berat menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisinya.

“Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu oleh stres yang luar biasa. Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua tahu lah, jadi bisa dibayangkan ancurnya,” tulis Nanik dalam unggahannya.

Dalam keterangannya, Nanik mengaku beban terbesar selama menjabat bukan hanya mengawal program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga mengelola anggaran BGN yang nilainya mencapai Rp229 triliun.

Ia mengaku memiliki trauma mendalam karena harus memastikan setiap rupiah uang negara digunakan secara benar dan tidak disalahgunakan.

“Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai tidak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,” ungkapnya.

Nanik mengatakan tekanan tersebut membuat dirinya terus dihantui rasa khawatir. Ia bahkan merasa seperti berdiri di tepi jurang selama menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.

Menurutnya, satu kesalahan kecil saja dapat berakibat fatal terhadap kepercayaan publik maupun tanggung jawab hukum yang harus dipikul.

Rasa cemas itu juga tercermin dalam setiap proses pengambilan keputusan di BGN. Nanik mengaku tidak pernah berani menandatangani dokumen sendirian, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran negara.

Ia meminta dua Wakil Kepala BGN ikut memberikan paraf terlebih dahulu sebelum dirinya menandatangani dokumen resmi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA