Sejumlah Akun X Minta Maaf ke Yuenchi Arwindi, Diduga Usai Terancam Dilaporkan Polisi

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Sejumlah akun media sosial X yang sebelumnya ikut menyebarkan informasi mengenai dugaan keterkaitan advokat Yuenchi Arwindi dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mulai menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Gelombang klarifikasi tersebut muncul setelah Yuenchi sebelumnya membantah seluruh tuduhan yang beredar dan menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap akun maupun pihak yang diduga menyebarkan informasi bohong yang merugikan nama baiknya.

Salah satu akun yang menyampaikan permintaan maaf adalah @americhanoo_. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku telah gegabah mengunggah konten yang menyeret nama Yuenchi dan menyadari tindakannya merupakan sebuah kesalahan.

“Sehubungan dengan konten saya yang diisukan menyebar fitnah. Dengan ini saya meminta maaf kepada Yuenchi Arwindi telah memposting dan menanyakan kebenaran atas isu yang menyeret nama Yuen,” tulis akun tersebut.

Akun itu mengklaim unggahannya semata-mata bertujuan mempertanyakan isu yang beredar. Ia juga mengaku telah menghubungi Yuenchi beserta kerabatnya untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Saya sadar perlakuan saya itu sangat salah dan gegabah. Setelah kejadian ini ke depannya saya akan mengevaluasi diri saya dalam hal bersosial media,” lanjutnya.

- Advertisement -

Permintaan maaf serupa juga disampaikan akun @HidupSebagai62. Dalam pernyataan tertulisnya, akun tersebut mengakui tidak melakukan verifikasi atau cross-check sebelum membagikan ulang informasi mengenai Yuenchi.

“Tujuan HidupSebagai62 membagikan konten tersebut murni untuk memberi informasi kepada pembaca, bukan untuk menuduh, menghakimi, atau merugikan pihak mana pun,” tulisnya.

Namun demikian, akun tersebut mengakui kelalaiannya karena tidak memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

“HidupSebagai62 mohon maaf atas konten tersebut yang menimbulkan ketidaknyamanan, kesalahpahaman, atau kerugian bagi Sdri. Yuenchi Arwindi maupun pihak lain yang disebut di dalamnya,” tulis akun tersebut.

Sementara itu, akun @ferizandra juga mengunggah klarifikasi. Ia menyatakan unggahan sebelumnya hanya meneruskan pemberitaan yang telah beredar luas dan menggunakan kata “dugaan” sebagai bentuk penerapan asas praduga tak bersalah.

Meski demikian, ia memahami keberatan yang disampaikan Yuenchi dan memutuskan menghapus unggahan tersebut.

“Saya sudah menghapus postingan saya tersebut dan berharap masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi,” tulisnya.

Permohonan maaf juga datang dari akun @Tangankanancuan. Dalam unggahannya, akun tersebut mengakui telah meneruskan informasi yang belakangan disebut sebagai hoaks.

“Permohonan maaf yang tulus dari segenap direksi kepada Yuenchi karena kami meneruskan berita hoaks yang kami kutip dari Strategi.id. Kami mohon ampun atas itu dan kami akui itu adalah kesalahan,” tulis akun tersebut.

Selain empat akun yang menyampaikan permintaan maaf, sejumlah akun lain yang sebelumnya ikut mengunggah informasi serupa juga diketahui mulai menghilang dari ruang publik.

Akun @beta_dinob dilaporkan telah mengunci akses akunnya sehingga unggahannya tidak lagi dapat diakses secara bebas. Sementara akun @liogtttscrp diketahui sudah tidak lagi ditemukan di platform X.

Sebelumnya, Yuenchi Arwindi telah mengeluarkan klarifikasi resmi yang membantah seluruh tuduhan dirinya sebagai “ani-ani”, menerima aliran dana miliaran rupiah, maupun menjadi penyimpan aset milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

“Dengan ini saya menyatakan sebenar-benarnya, sumpah demi Allah, demi Tuhan Yang Maha Esa, tuduhan tersebut sebagai simpanan ataupun ani-ani serta penyimpanan aset ataupun menerima uang miliaran rupiah adalah tidak benar dan tidak berdasar,” ujar Yuenchi dalam video klarifikasinya yang dikutip Holopis.com, Rabu (15/7/2026).

Yuenchi menegaskan dirinya tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan Febrie Adriansyah dalam bentuk apa pun. Ia juga menyatakan seluruh tuduhan tersebut merupakan fitnah yang mencemarkan kehormatan pribadi serta profesinya sebagai advokat.

“Saya menegaskan bahwa saya tidak pernah bertemu dengan beliau (Febrie) ataupun melakukan komunikasi melalui telepon, pesan, maupun komunikasi lainnya. Saya juga tidak mengerti dan memahami kenapa alasan ini muncul tentang pemberitaan ini, karena tuduhan ini adalah fitnah yang tidak menghormati kehormatan saya, nama baik, dan profesi advokat saya,” tegasnya.

Dalam klarifikasinya, Yuenchi menyebut tim kuasa hukumnya tengah mendata akun media sosial maupun pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi tidak benar mengenai dirinya. Terhadap pihak-pihak tersebut, ia menegaskan akan menempuh langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saat ini saya dan tim saya sedang melakukan pendataan terhadap akun-akun ataupun media sosial yang menyebarkan informasi yang tidak benar mengenai saya. Terhadap pihak-pihak tersebut saya akan mengambil langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU