HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni terus bertambah. Hingga Senin (29/6), pemerintah Venezuela mengonfirmasi sedikitnya 1.719 orang meninggal dunia, sementara sekitar 5.000 lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, sekitar 12.000 warga dilaporkan mengungsi akibat bencana tersebut. Hingga kini, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap jumlah korban yang dinyatakan hilang.
Koordinator Tetap sekaligus Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Venezuela, Gianluca Rampolla, mengatakan tim penyelamat masih terus bekerja dan pada Minggu (28/6) berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam keadaan hidup dari bawah reruntuhan bangunan.
Rampolla juga mengungkapkan bahwa PBB bersama pemerintah Venezuela telah menyepakati pengadaan 10.000 kantong jenazah sebagai langkah antisipasi jika jumlah korban meninggal terus meningkat.
Sebanyak tujuh negara bagian terdampak gempa, namun wilayah La Guaira dan Distrik Ibu Kota Caracas menjadi kawasan dengan jumlah korban terbanyak. Sekitar 2.500 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan banyak di antaranya roboh total.
Situasi di lapangan pun masih berbahaya. Hingga saat ini tercatat sekitar 500 gempa susulan setelah dua gempa utama terjadi. Pada Senin dini hari, gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah tersebut.
Selain ancaman gempa susulan, otoritas juga mewaspadai gelombang tropis yang diperkirakan membawa hujan lebat ke daerah-daerah terdampak.
“Kami masih beroperasi di lingkungan yang berisiko tinggi,” kata Rampolla, dikutip Holopis.com, Selasa (30/6).
Saat ini lebih dari 2.000 personel penyelamat dari 27 negara diterjunkan ke Venezuela. Mereka didukung lebih dari 160 anjing pelacak yang tergabung dalam lebih dari 40 tim pencarian dan penyelamatan.
Meski operasi pencarian umumnya difokuskan pada 72 jam pertama setelah bencana, tim penyelamat memutuskan memperpanjang operasi karena masih ditemukan tanda-tanda kehidupan dari bawah reruntuhan.
Selain pencarian korban, PBB bersama pemerintah Venezuela juga memprioritaskan layanan kesehatan darurat, penyediaan tempat penampungan sementara, bantuan pangan, air bersih, sanitasi, perlindungan, serta dukungan logistik untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Rampolla menambahkan PBB tengah menyiapkan permohonan bantuan darurat baru untuk melengkapi rencana respons kemanusiaan yang telah berjalan.
Di La Guaira, PBB juga sedang mempersiapkan tiga pusat bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Fasilitas tersebut akan menyediakan layanan kesehatan, makanan, air bersih, sanitasi, perlindungan, hingga dukungan psikososial.

