Studi 10 Tahun Ungkap Usia yang Paling Rentan Terkena Dampak Media Sosial

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Namun, sebuah penelitian terbaru di Australia menemukan bahwa penggunaan media sosial selama dua jam atau lebih setiap hari dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, terutama pada usia awal remaja.

Penelitian yang dipimpin Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) dan dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia menemukan bahwa remaja yang menghabiskan waktu lebih lama di media sosial cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi dan penurunan kesejahteraan mental dibandingkan mereka yang menggunakan media sosial kurang dari satu jam per hari.

Remaja Perempuan Usia 12-13 Tahun Paling Rentan

Penelitian tersebut melibatkan hampir 1.200 anak dan remaja di Melbourne yang dipantau selama hampir satu dekade. Para peneliti mengumpulkan data tahunan terkait penggunaan media sosial, tingkat depresi, kecemasan, kesejahteraan mental, hingga perilaku menyakiti diri sendiri.

Hasilnya menunjukkan bahwa masa awal remaja menjadi periode yang paling sensitif terhadap dampak media sosial. Efek paling kuat ditemukan pada remaja perempuan berusia 12 hingga 13 tahun. Kelompok usia tersebut tercatat memiliki peningkatan risiko depresi dan penurunan kesejahteraan mental yang lebih besar dibanding kelompok usia lainnya.

Penulis utama penelitian, Dr. Nandi Vijayakumar, menyebut awal masa remaja sebagai periode penting untuk melakukan intervensi dan pencegahan.

Meski peningkatan risikonya tergolong kecil pada tingkat individu, para peneliti menilai dampaknya dapat menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan ketika dialami oleh jutaan remaja secara bersamaan.

Bukan Sekadar Soal Waktu Bermain Medsos

Para peneliti menegaskan bahwa persoalannya bukan hanya durasi penggunaan media sosial. Berbagai faktor lain seperti perundungan siber (cyberbullying), paparan konten berbahaya, tekanan sosial, hingga kebiasaan tidur yang terganggu juga diduga berkontribusi terhadap memburuknya kesehatan mental remaja.

Profesor Susan Sawyer dari MCRI mengatakan temuan ini memperkuat pentingnya pendampingan orang tua, literasi digital yang lebih baik, serta batasan penggunaan media sosial yang sesuai dengan usia anak dan remaja.

Penelitian ini juga hadir di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda. Australia sendiri telah menerapkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak akhir 2025 sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan mental remaja.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU