BOGOR – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan, termasuk melalui program revitalisasi madrasah yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan guru di berbagai daerah.
Hal itu disampaikan Menag saat meninjau hasil Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di MTsN 1 Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).
Menurut Nasaruddin, revitalisasi madrasah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan. Semuanya diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini.
Hasil revitalisasi di MTsN 1 Kota Bogor menunjukkan perubahan signifikan. Ruang-ruang kelas yang sebelumnya mengalami berbagai keterbatasan kini tampil lebih terang, rapi, dan nyaman. Atap yang dahulu kerap bocor saat hujan telah diperbaiki, sementara fasilitas belajar seperti meja dan kursi baru juga telah tersedia untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Dalam kunjungan tersebut, Menag juga berdialog langsung dengan para siswa guna mendengar pengalaman mereka setelah menikmati fasilitas baru hasil revitalisasi.
Salah satunya adalah Asyila, siswi kelas VII MTsN 1 Kota Bogor. Saat ditanya mengenai kondisi madrasah yang baru, ia mengaku lebih nyaman mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Senang, gedungnya bagus. Lebih tenang belajarnya, tidak khawatir bocor lagi,” kata Asyila.
Bagi para siswa, perubahan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan menghadirkan suasana belajar yang lebih kondusif dan mendukung peningkatan prestasi akademik.
Program Revitalisasi Madrasah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan di Indonesia. Melalui program ini, berbagai madrasah yang sebelumnya mengalami keterbatasan fasilitas mendapatkan perbaikan dan pembaruan sarana agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik.
Kementerian Agama berharap revitalisasi tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa, mendukung kinerja para guru, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan madrasah di Tanah Air.


