HOLOPIS.COM, JAKARTA – Video permintaan maaf Sarwendah jadi sorotan usai muncul dugaan komentar “pesanan” viral di Threads, netizen pun ramai menghujat.
Nama Sarwendah kembali jadi sorotan panas warganet setelah video permintaan maafnya dibanjiri komentar seragam yang diduga “pesanan”.
Isu ini mencuat usai beredar tangkapan layar di platform Threads yang memperlihatkan adanya instruksi untuk memberikan komentar positif dengan imbalan tertentu.
Dalam unggahan yang viral tersebut, terlihat ajakan untuk memberi like dan komentar dukungan pada video klarifikasi Sarwendah.

Bahkan, dalam dokumen yang diduga bagian dari koordinasi itu, tercantum kalimat “Like, komen positif Facebook. Fee, Rp350p” yang langsung memicu spekulasi soal praktik buzzer berbayar.
Tak hanya itu, instruksi juga menyertakan contoh komentar seperti “Semoga jadi pembelajaran yang baik ke depannya” dan “Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan”.
Namun para peserta diminta tidak menyalin komentar secara persis agar terlihat alami.
Unggahan ini kemudian menyebar cepat dan memantik reaksi keras dari netizen.
Banyak yang mempertanyakan etika penggunaan opini publik yang direkayasa, terlebih dalam konteks isu sensitif yang melibatkan figur publik.
Sejumlah komentar netizen pun ikut membanjiri kolom diskusi.
“Kalau beneran ada buzzer sih ini udah keterlaluan. Netizen sekarang bukan bodoh,” tulis seorang pengguna.
“Pantesan komenannya mirip-mirip semua, kayak template. Dunia hiburan emang penuh settingan,” kata netizen lain.
“Kalau udah urusan minta maaf tapi masih pakai buzzer, ini sih udah nggak sehat,” komentar akun lain yang ikut menyoroti kasus ini.
Ada juga netizen yang mencoba lebih skeptis dan tidak langsung percaya pada isu tersebut.
“Jangan gampang percaya screenshot, bisa aja editan atau framing,” tulis salah satu warganet.
Di tengah ramainya perbincangan, sorotan terhadap video permintaan maaf Sarwendah juga kembali dikaitkan dengan konflik sebelumnya bersama mantan suaminya, Ruben Onsu.
Video tersebut sebelumnya menjadi bahan diskusi karena Sarwendah menyampaikan klarifikasi terkait ucapan bernada kasar yang sempat beredar luas.
Dalam video itu, Sarwendah mengakui adanya kegaduhan akibat potongan video yang viral, namun tidak secara spesifik menyebut pihak yang dimaksud.
Hal inilah yang kemudian memicu pro dan kontra di kalangan publik.
Di sisi lain, nama Giorgio Antonio juga ikut terseret dalam percakapan warganet, meski tidak berkaitan langsung dengan isu buzzer.
Sejumlah pengguna media sosial justru mengaitkan dinamika hubungan pribadi yang tengah ramai dibahas.
“Drama ini makin lama makin melebar, dari minta maaf sampai urusan buzzer segala,” tulis netizen lainnya.
“Kalau benar ada yang bayar komentar, berarti opini publik bisa dibeli dong? Ngeri juga,” tambah komentar lain.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Sarwendah terkait dugaan penggunaan buzzer tersebut.
Begitu pula dengan kebenaran tangkapan layar yang beredar, yang masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Meski begitu, isu ini sudah telanjur menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar ada skema penggiringan opini di balik ramainya komentar positif yang muncul.


