Rupiah Naik Tapi Harga-harga Masih Stabil, Teddy Anggap Banyak Orang Fomo

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMWakil Ketua Umum DPP Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menilai ramainya perbincangan mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus level Rp18 ribu lebih tidak sepenuhnya didasarkan pada pemahaman ekonomi yang memadai.

Menurut Teddy, sebagian pihak justru terkesan ikut meramaikan isu pelemahan rupiah hanya karena mengikuti tren perbincangan publik atau fear of missing out (FOMO), tanpa memahami secara utuh dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

“Ketika dolar di angka Rp17 ribu tidak ramai. Ketika naik sekitar Rp1.000 menjadi Rp18 ribu, tiba-tiba ramai, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya diramaikan,” kata Teddy dalam pernyataannya, Jumat (5/6/2026).

Teddy menilai masyarakat perlu melihat persoalan nilai tukar secara lebih proporsional dan tidak semata-mata terpengaruh oleh angka yang muncul di pasar valuta asing.

Ia mempertanyakan alasan sebagian pihak yang langsung mengaitkan kenaikan kurs dolar dengan berbagai persoalan ekonomi, padahal menurutnya harga sejumlah kebutuhan pokok belum menunjukkan perubahan signifikan.

“Karena ketika membeli kebutuhan pokok, harganya masih sama seperti saat dolar belum naik. Jadi yang diramaikan itu apa?” ujarnya.

- Advertisement -
Screenshot 20260605 203124
Kurs rupiah terhadap dollar AS pada hari Jumat, 5 Juni 2026 pukul 20.32 WIB : Rp 18.132,55 / USD.

Teddy juga menyinggung fenomena perbincangan di media sosial yang menurutnya sering kali dipenuhi komentar-komentar yang tidak disertai pemahaman terhadap substansi persoalan.

Ia menduga sebagian orang ikut mengomentari isu kurs rupiah hanya agar terlihat mengikuti isu yang sedang ramai diperbincangkan publik.

“Atau hanya FOMO supaya dibilang keren?” tulisnya.

Meski demikian, Teddy tidak menampik bahwa pergerakan nilai tukar rupiah tetap menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan pemerintah dan pelaku ekonomi.

Namun ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa memahami faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi kurs, termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, serta dinamika pasar keuangan internasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU