HOLOPIS.COM, JAKARTA – Konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan intensif ke wilayah Lebanon selatan pada Selasa waktu setempat. Sedikitnya 31 orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka akibat gelombang serangan yang terus meluas.
Militer Israel juga mengeluarkan puluhan perintah evakuasi bagi warga di kota-kota dan desa-desa wilayah selatan serta timur Lebanon. Kondisi itu memicu kepanikan massal ketika ribuan warga mulai meninggalkan rumah mereka di tengah ancaman serangan lanjutan.
Laporan media lokal yang dikutip Al Jazeera menyebut pasukan darat Israel semakin masuk ke wilayah Lebanon, memunculkan kekhawatiran akan dimulainya operasi militer berskala lebih besar.
Di tengah eskalasi itu, pemerintah Iran turut mengecam tindakan Amerika Serikat (AS) yang disebut melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata setelah serangan di Iran selatan pada Senin lalu.
Teheran menilai serangan AS di dekat Selat Hormuz semakin memperburuk situasi diplomatik yang sebelumnya sudah rapuh. Pemerintah Iran menyebut serangan di Provinsi Hormozgan sebagai pelanggaran berat.
Sementara itu, Washington mengklaim operasi tersebut bersifat defensif dan menargetkan lokasi peluncuran rudal serta kapal yang diduga mencoba memasang ranjau di kawasan perairan strategis itu.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Teluk dalam pesan Idul Adha.
Ia menyebut pengaruh AS di Timur Tengah mulai melemah dan memperingatkan negara kawasan agar tidak menyediakan pangkalan militer yang dapat digunakan untuk menyerang Iran.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim melaporkan Iran tengah mendorong pembebasan aset senilai 24 miliar dolar AS yang dibekukan sebagai bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung dengan pihak Barat. Dia menyebut sekitar setengah dari dana itu diharapkan bisa dicairkan setelah kesepakatan awal tercapai.
Situasi domestik Iran juga mulai sedikit membaik setelah akses internet perlahan dipulihkan usai pemadaman nasional yang disebut NetBlocks sebagai salah satu pembatasan akses online terlama di negara tersebut.
Meski situasi keamanan terus memburuk, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran masih terbuka.
Namun, serangan terbaru tersebut tetap mengancam keberlangsungan gencatan senjata rapuh antara Washington dan Teheran. China pun menyerukan semua pihak agar menghormati kesepakatan dan menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.
Di pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer di Lebanon akan terus diperluas.
Netanyahu mengatakan pasukan Israel kini merebut dan mengendalikan sejumlah wilayah serta memperluas apa yang disebut sebagai ‘zona keamanan’ di dekat perbatasan Lebanon.
Ia juga menyatakan Israel sedang meningkatkan operasi untuk menghadapi ancaman drone Hizbullah dan memastikan pertempuran akan terus berlangsung hingga keamanan warga Israel dianggap benar-benar terjamin.
Sementara itu, stasiun televisi Israel Kan melaporkan pengerahan jet tempur dan pesawat pengisian bahan bakar AS dalam jumlah besar ke berbagai bandara di Israel. Kehadiran militer AS yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya itu dilaporkan turut memengaruhi kapasitas penerbangan sipil di Bandara Ben Gurion dan Ramon.
Meski terdapat gencatan senjata dengan Iran, pesawat-pesawat militer AS tersebut disebut masih tetap berada di wilayah Israel hingga saat ini.



