WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Kemenkes RI Langsung Perketat Perbatasan

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMWHO tetapkan Ebola sebagai darurat global, Kemenkes RI langsung perketat pengawasan di perbatasan dan siagakan petugas kesehatan.

Dunia kembali diguncang kabar serius setelah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Status darurat kesehatan global itu langsung memicu respons cepat dari pemerintah Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memastikan langkah pengawasan di pintu masuk negara kini diperketat, terutama terhadap pelaku perjalanan yang datang dari wilayah terdampak wabah.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan petugas di seluruh titik masuk internasional.

“Pengawasan pelaku perjalanan terutama dari negara outbreak dilakukan dengan menyiagakan petugas. Jika ditemukan kasus suspek maka akan langsung dirujuk ke RS rujukan sesuai tata laksana penyakit menular,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dilansir Holopis.com, Selasa (19/05).

- Advertisement -

Ebola yang saat ini merebak di Provinsi Ituri, RD Kongo, tercatat telah menimbulkan ratusan kasus suspek dan puluhan kematian dengan tingkat fatalitas tinggi.

Virus yang terdeteksi merupakan jenis Bundibugyo virus, salah satu varian Ebola yang dikenal berbahaya.

Meski status darurat global telah diumumkan, WHO menegaskan bahwa kondisi tersebut belum dikategorikan sebagai pandemi.

Namun, peningkatan mobilitas penduduk, keterbatasan fasilitas kesehatan, dan risiko penyebaran lintas negara membuat kewaspadaan internasional perlu ditingkatkan.

Kemenkes RI menegaskan, hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik yang tersedia secara luas untuk Ebola.

Penanganan pasien lebih banyak mengandalkan perawatan suportif intensif di fasilitas kesehatan rujukan.

Selain memperketat pengawasan di perbatasan, pemerintah juga memperkuat sistem surveilans penyakit, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah potensi penyebaran di dalam negeri.

“Kami juga menyiapkan komunikasi risiko agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak panik,” tambah pihak Kemenkes.

Masyarakat Indonesia diimbau tetap tenang namun waspada, dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan secara rutin, menghindari kontak dengan orang sakit, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala setelah bepergian dari wilayah terdampak.

Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi potensi masuknya penyakit menular berbahaya ke Indonesia, seiring meningkatnya status kewaspadaan global terhadap Ebola.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU