HOLOPIS.COM, JAKARTA – Viralnya komentar “ruang jenazah masih kosong” mengguncang dunia medis. PB IDI langsung mengeluarkan ultimatum keras kepada dokter di seluruh Indonesia.
Satu kalimat yang viral di media sosial kini berbuntut serius.
Komentar bernada sinis, “kalau mau pindah cepat, ruang jenazah selalu kosong,” yang diduga ditulis tenaga kesehatan kepada seorang pasien BPJS Kesehatan memicu kemarahan publik hingga menyeret organisasi profesi dokter turun tangan.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akhirnya mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh dokter di Indonesia.
Organisasi profesi itu menegaskan media sosial bukan tempat untuk menghina, merendahkan, apalagi mempermalukan pasien.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di platform Threads.
Ia mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Alih-alih memperoleh empati, unggahan tersebut justru dibalas dengan komentar-komentar yang menuai kecaman luas.
Selain kalimat “ruang jenazah masih kosong”, muncul pula komentar seperti “haven’t some brain cells” hingga “potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan.”
Komentar-komentar tersebut dengan cepat viral dan memicu gelombang kritik.
Banyak warganet menilai ucapan itu jauh dari sikap profesional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh tenaga kesehatan.
Merespons polemik tersebut, Wakil Ketua Umum PB IDI, dr Wiweka, menegaskan setiap dokter tetap terikat oleh sumpah profesi dan Kode Etik Kedokteran Indonesia, termasuk saat menggunakan media sosial.
“Kami concern terhadap permasalahan etik ini. Tenaga kesehatan boleh bermedia sosial, tetapi untuk edukasi, bukan untuk menghujat, merendahkan ataupun menyerang pasien,” ujar dr Wiweka.


