HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuplikan film Laskar Pelangi viral di X dan TikTok usai dinilai mirip dan “menyindir” kontroversi LCC MPR di Kalbar.
Sebuah potongan adegan dari film Laskar Pelangi mendadak kembali viral di media sosial X dan TikTok.
Cuplikan tersebut ramai diperbincangkan warganet karena dianggap memiliki kemiripan dengan kontroversi lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat yang belakangan jadi sorotan publik.
Video yang beredar luas itu menampilkan suasana lomba cerdas cermat antara sejumlah sekolah dasar dalam film Laskar Pelangi.
Dalam adegan tersebut, karakter Lintang bersama tim SD Muhammadiyah Gantong tengah berusaha menjawab soal yang diberikan dewan juri.
Namun suasana berubah tegang ketika jawaban yang diberikan Lintang dinyatakan salah oleh juri.
Padahal, guru pendamping yang diperankan Tora Sudiro merasa jawaban muridnya sudah tepat.
“Yang benar pukul 10 lewat 5 menit,” ucap salah satu juri dalam adegan itu.
Mendengar keputusan tersebut, guru pendamping langsung berdiri dan melayangkan protes di depan peserta maupun penonton.
“Eh sebentar, tunggu dulu. Hasil aku sama dengan hitungan anak itu,” katanya dengan nada tinggi.
Ucapan itu langsung membuat suasana lomba memanas.
Juri kemudian mempertanyakan maksud protes yang disampaikan guru pendamping tersebut.
“Maksudmu apa?” tanya juri.
Guru pendamping lalu menegaskan bahwa dirinya bukan bermaksud meragukan kemampuan dewan juri, melainkan hanya meminta agar jawaban Lintang dipertimbangkan ulang.
“Menurut aku hitungan anak itu benar,” jawabnya tegas.
Namun salah satu juri terlihat tetap bersikeras dengan keputusan awalnya.
Ia bahkan menilai Lintang tidak melakukan proses perhitungan saat menjawab pertanyaan.
“Kau mau ragukan kami? Lagipula, dari tadi aku melihat anak itu tidak pernah menghitung,” kata juri.
Guru pendamping kembali mencoba memberikan penjelasan.
Ia menawarkan agar proses hitungan dilakukan ulang di papan tulis supaya semua pihak bisa melihat secara langsung.
“Bukan meragukan. Saya cuma minta dihitung lagi,” ujarnya.
Adegan tersebut kemudian mencapai puncaknya saat Lintang maju ke depan dan menjelaskan proses perhitungannya satu per satu di hadapan seluruh peserta dan dewan juri.
Setelah memperhatikan penjelasan itu, dewan juri akhirnya menyadari adanya kekeliruan dalam penilaian.
“Maaf, kami melakukan kesalahan. Jawaban anak ini benar. Jadi pemenangnya adalah regu C dari SD Muhammadiyah,” ucap juri di akhir adegan.
Cuplikan itulah yang kini ramai dibagikan ulang di media sosial.
Banyak netizen menilai adegan tersebut terasa sangat relevan dengan polemik lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat yang viral beberapa hari terakhir.
Kontroversi itu bermula setelah tim SMAN 1 Pontianak mengunggah video protes melalui akun Instagram sekolah mereka.
Dalam video tersebut, peserta mempertanyakan keputusan dewan juri terkait jawaban mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.
Saat itu, regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban.
“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan presiden,” sebut mereka.
Namun jawaban tersebut justru dinyatakan salah oleh dewan juri.
Tak lama berselang, pertanyaan yang sama diberikan kepada regu lain.
Jawaban yang disampaikan dinilai memiliki substansi serupa, tetapi justru dianggap benar oleh juri.
Situasi itu langsung memicu reaksi luas di media sosial.
Banyak pengguna X dan TikTok menilai keputusan tersebut janggal karena inti jawaban kedua regu dianggap tidak berbeda jauh.
Tak sedikit pula netizen yang kemudian menghubungkan polemik tersebut dengan adegan dalam film Laskar Pelangi.
Mereka menilai kedua peristiwa sama-sama memperlihatkan peserta yang merasa dirugikan akibat keputusan juri dalam perlombaan cerdas cermat.
Potongan scene Laskar Pelangi bahkan banyak digunakan sebagai bahan meme, video edit, hingga konten sindiran di TikTok.
Beberapa akun juga menyandingkan langsung adegan film tersebut dengan rekaman lomba LCC MPR yang viral.
“Film lama tapi relate sama kejadian sekarang,” tulis salah satu netizen di X.
Komentar lain juga bermunculan di TikTok.
Banyak pengguna media sosial menyebut adegan itu seperti “menyindir” polemik yang sedang ramai diperbincangkan publik.
Di sisi lain, pihak dewan juri lomba LCC MPR Kalimantan Barat sempat memberikan klarifikasi terkait keputusan mereka.
Salah satu anggota juri menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya dilihat dari isi jawaban, tetapi juga artikulasi dan kejelasan pengucapan peserta saat menjawab.
“Artikulasi itu penting. Dewan juri menilai berdasarkan apa yang terdengar jelas. Kalau tidak terdengar, maka juri berhak memberikan pengurangan nilai,” ujar salah seorang juri dalam klarifikasinya.
Meski klarifikasi sudah disampaikan, perdebatan di media sosial hingga kini masih terus berlangsung.
Warganet masih ramai membahas soal objektivitas penilaian dalam lomba cerdas cermat, termasuk membandingkannya dengan adegan ikonik dalam film Laskar Pelangi yang kembali viral setelah bertahun-tahun sejak dirilis.


