HOLOPIS.COM, JAKARTA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah memberikan tanggapan atas proposal 14 poin yang diajukan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan Baghaei dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB TV pada Minggu (3/5). Ia menyebut tanggapan dari pihak AS saat ini masih dalam tahap penelaahan.
Baghaei menegaskan bahwa proposal yang diajukan Iran berfokus pada upaya penghentian perang dan tidak mencakup isu nuklir.
“Rencana ini secara khusus berfokus pada penghentian perang, dan tidak ada hal apa pun yang berkaitan dengan rincian bidang nuklir di dalamnya,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Senin (4/5).
Ia juga menambahkan bahwa pada tahap ini Iran memprioritaskan stabilitas kawasan.
“Saat ini, kami berfokus pada parameter yang berkaitan dengan penghentian perang di kawasan ini, termasuk Lebanon,” kata Baghaei.
“Pada tahap ini kami tidak melakukan negosiasi nuklir,” lanjutnya.
Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi turut melakukan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara. Ia menyampaikan perkembangan terbaru kepada Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi dan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul.
Dalam percakapan terpisah, ketiga pihak bertukar pandangan terkait dinamika regional dan internasional terkini, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta warga sipil.
Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan kepentingan AS di kawasan. Gencatan senjata mulai diberlakukan pada 8 April, disusul perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.



