HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi mengubah skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran negara. Jika sebelumnya diberikan enam hari dalam sepekan, kini program tersebut dioptimalkan menjadi lima hari dalam seminggu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan program tetap berjalan efektif sekaligus lebih efisien secara anggaran.
“Pemerintah mendorong optimalisasi daripada program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Meski terjadi pengurangan hari distribusi, pemerintah memastikan kelompok rentan tetap mendapat perhatian khusus. Untuk sekolah berasrama, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta daerah dengan angka stunting tinggi, program MBG tetap berjalan enam hari, dari Senin hingga Sabtu.
Kebijakan ini menjadi bagian dari paket besar transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi yang mulai diterapkan pada 1 April 2026.
Potensi Hemat Rp20 Triliun
Pemerintah memperkirakan optimalisasi program ini mampu menghemat anggaran hingga Rp20 triliun. Dana tersebut nantinya dapat dialihkan ke program prioritas lain yang lebih produktif.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp20 triliun,” ujar Airlangga.
Langkah efisiensi ini dinilai penting mengingat cakupan program MBG yang sangat luas. Hingga awal Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai lebih dari 60 juta orang.
Penerima manfaat MBG mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia (lansia). Dengan skala sebesar itu, setiap penyesuaian kebijakan tentu berdampak signifikan terhadap anggaran negara.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama program tetap tidak berubah, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Ke depan, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar tetap tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.


