HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejak lama, Suku Dayak dikenal sebagai masyarakat yang memiliki tradisi dan kepercayaan kuat terhadap hal-hal spiritual.
Berbagai kisah mengenai kemampuan gaib, termasuk praktik santet atau teluh, terus hidup dan diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Kalimantan.
Dalam kepercayaan lokal, santet diyakini sebagai kemampuan supranatural yang digunakan untuk menyerang seseorang dari jarak jauh. Salah satu jenis yang sering disebut dalam cerita masyarakat adalah santet “pedang pekir”.
Konon, ilmu ini memungkinkan pelakunya melukai target hanya dengan menggunakan jari telunjuk, tanpa kontak fisik secara langsung.
Praktik tersebut sering dibandingkan dengan ilmu “parang maya”, yang juga dipercaya memiliki kemampuan serupa, yakni melukai lawan tanpa harus menyentuhnya secara nyata.


