HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arus balik Lebaran di wilayah Cianjur, Jawa Barat, diwarnai ancaman cuaca ekstrem. Selain hujan deras, kabut tebal yang kerap turun di Jalur Puncak menjadi risiko utama bagi pengendara, terutama saat malam hari.
Polisi mengingatkan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Sebab, bisa menurunkan jarak pandang secara drastis dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan bahwa hingga H+4 Lebaran, volume kendaraan menuju arah Puncak–Bogor masih tinggi.
Meski arus lalu lintas terpantau lancar, kondisi cuaca menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
“Pengendara diminta berhati-hati dan waspada saat melintas di Jalur Puncak-Cianjur. Selain banyak titik rawan bencana termasuk pohon tumbang, saat kabut turun menghalangi jarak pandang pengendara,” kata AKBP Alexander.
Dia menekankan dengan kabut tebal yang turun usai hujan, jarak pandang hanya 10 meter.
Fenomena kabut tebal terjadi hampir setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah hujan deras mengguyur kawasan Puncak.
Dalam kondisi tertentu, jarak pandang pengendara bahkan hanya mencapai sekitar 10 meter. Situasi itu berbahaya, terutama di jalur berkelok dan menurun seperti Puncak.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan petugas di berbagai titik untuk memberikan imbauan langsung kepada pengendara.
“Kami siagakan petugas dan mengimbau pengendara melalui pengeras suara di pos pengamanan Puncak Pass, agar waspada dan berhati-hati saat melintas ketika kabut tebal turun,” jelas AKP Aang.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi jalan menjadi licin setelah hujan, sehingga risiko kecelakaan semakin tinggi jika pengendara tidak berhati-hati.
Polisi pun menyampaikan sejumlah imbauan penting bagi pemudik yang melintas di Jalur Puncak. Imbauan itu antara lain nyalakan lampu utama saat kabut turun; kurangi kecepatan kendaraan; jaga jarak aman antar kendaraan;
hindari memacu kendaraan, dan berhenti di tempat aman jika kondisi terlalu berbahaya.
“Utamakan keselamatan patuhi aturan lalu lintas dan anjuran petugas, tetap berhati-hati saat berkendara dan beristirahat ketika lelah,” tutur AKP Aang.
Selain kabut tebal, jalur Puncak juga rawan bencana seperti pohon tumbang akibat hujan deras. Kombinasi cuaca ekstrem dan kepadatan kendaraan membuat jalur ini menjadi salah satu titik paling berisiko saat arus balik.
Polisi memastikan pemantauan terus dilakukan di seluruh jalur utama Cianjur guna mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas.



