HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran memperingatkan Inggrus untuk tidak memberikan bantuan apa pun dalam agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Hal itu disampaikan Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi saat melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Inggris Yvette Cooper pada Jumat (20/3).
Seyed memperingatkan bahwa dukungan semacam itu akan memicu eskalasi lebih lanjut, kata Kementerian Luar Negeri Iran.
Perbincangan tersebut diketahui turut membahas konflik yang sedang berlangsung menyusul serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.
Peperangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran kala itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset militer AS di seluruh Timur Tengah.
Araghchi juga mengkritik Inggris karena mengizinkan AS mengakses pangkalan militer Inggris, seraya menyebut langkah itu sama dengan partisipasi dalam agresi terhadap Iran.
Araghchi juga memperingatkan langkah Inggris itu akan meninggalkan bekas luka abadi pada hubungan antara Teheran dan London. Dia mendesak para pejabat Inggris untuk menghentikan semua kerja sama militer dan media dengan Washington dan Tel Aviv.
Menlu Iran tersebut mengatakan ketegangan saat ini di Selat Hormuz merupakan konsekuensi langsung dari tindakan bermusuhan AS dan Israel, serta menegaskan bahwa hanya penghentian serangan terhadap Iran yang dapat memulihkan kondisi normal di jalur perairan penting tersebut.
Araghchi juga menegaskan hak Iran untuk membela diri berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh AS menggunakan pangkalan di negara-negara tetangga untuk menyerang wilayah Iran, serta mengecam serangan terbaru terhadap ladang gas South Pars di Iran.
Dia mengkritik Inggris dan sejumlah negara Eropa tertentu atas kegagalan yang “berat sebelah” dalam mengutuk pelanggaran hukum internasional.
Sementara itu, Cooper menyerukan penghentian pertempuran dan menyampaikan keprihatinan atas konsekuensi politik dan ekonomi dari konflik tersebut, baik di tingkat regional maupun global, termasuk meningkatnya ketidakstabilan di Selat Hormuz, ungkap pernyataan pihak Iran.


