HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penguatan prajurit TNI tidak hanya soal fisik dan kemampuan tempur. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa kekuatan spiritual menjadi faktor kunci dalam membentuk prajurit yang tangguh dan berkarakter.
Hal itu disampaikan Maruli saat menghadiri buka puasa bersama prajurit dan keluarga besar Kopassus di Markas Grup 1 Kopassus, Serang, Banten.
Dalam arahannya, Maruli mengatakan bahwa pembinaan keagamaan tidak bisa dipisahkan dari pembinaan militer.
“Itu harus terus dilakukan. Anda tidak bisa membina anggota anda menjadi baik tanpa pendampingan keagamaan yang baik,” kata Maruli, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), dikutip pada Rabu, (18/3/2026).
Menurutnya, kegiatan keagamaan bukan sekadar rutinitas. Tapi, juga jadi fondasi moral yang menentukan sikap dan keputusan prajurit di lapangan.
Tantangan Tugas Kian Kompleks
Selain aspek spiritual, Maruli juga mengingatkan bahwa prajurit TNI harus terus meningkatkan kualitas diri. Ia menilai dinamika tugas ke depan akan semakin kompleks dan beragam, sehingga membutuhkan kesiapan mental yang kuat.
“Anda harus membentuk diri anda menjadi prajurit-prajurit yang kuat, karena tantangan (tugas) akan terus bervariasi,” ujarnya.
Pesan ini menjadi sinyal bahwa TNI AD tengah mendorong transformasi prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik. Tapi, juga adaptif terhadap perubahan.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana pererat hubungan antara pimpinan dan prajurit, termasuk keluarga besar satuan.
Interaksi ini dinilai penting untuk menjaga soliditas internal, terutama di satuan elite seperti Kopassus.
Dalam kunjungannya, Maruli juga mengecel fasilitas pangkalan dan asrama Grup 1 Kopassus.
Ia mengapresiasi dedikasi serta profesionalisme prajurit yang selama ini terus menunjukkan kinerja terbaik dalam setiap penugasan.
Tak hanya itu, prajurit juga didorong untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi guna mendukung pelaksanaan tugas.


