HOLOPIS.COM, JAKARTA – Musisi legendaris Fariz RM membawa kabar mengejutkan setelah resmi menghirup udara bebas pada 15 Februari 2026 lalu. Alih-alih kembali eksis di dunia maya, pria berusia 67 tahun ini justru memilih untuk memutus hubungan dengan teknologi komunikasi.
Fariz secara tegas menyatakan tidak lagi menggunakan telepon genggam maupun media sosial dalam kehidupan sehari-harinya. Keputusan ini diambil karena ia merasa hidupnya jauh lebih tenang tanpa gangguan distraksi dari perangkat elektronik tersebut.
“Saya tidak lagi pakai handphone. Kapok pakai handphone. Enak lho, enjoy. Setelah saya pertimbangkan karena setahun kemarin juga selama di diklat saya enggak pegang handphone kan,” ungkap Fariz saat ditemui di Jakarta, Senin (2/3).
Pelantun lagu ‘Barcelona’ ini mengaku tidak merasa keberatan meski harus berkomunikasi melalui mana hemen atau keluarganya. Baginya, kenyamanan batin adalah prioritas utama setelah melewati masa-masa sulit beberapa waktu lalu.
Alasan di balik tindakan ekstrem ini adalah rasa lelah terhadap kerumitan yang sering ditimbulkan oleh interaksi di dunia digital. Fariz menyebut bahwa banyak hal negatif yang dialaminya bermula dari penggunaan telepon genggam yang berlebihan.
“Ya ribet! Artinya aduh, saya mesti ngalamin hal yang enggak-enggak karena handphone, aduh ampun deh. Enggak deh, ampun. Oh iya, tentram. Tentram sekali, amat sangat tentram,” sebutnya.
Kini, bagi siapa pun yang ingin menghubungi sang musisi, harus melalui jalur resmi PT Difa Kreasi Gemilang. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Fariz ingin benar-benar fokus menikmati sisa hidupnya dengan lebih berkualitas.
Berhenti dari Aktivitas Publisitas Secara Profesional
Memasuki usia ke-67 tahun, Fariz RM memutuskan untuk melakukan transformasi besar dalam perjalanan karier musiknya di industri hiburan Indonesia. Ia secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari segala urusan yang berkaitan dengan publikasi dan hak kelola aset secara pribadi.
Langkah ini diambil agar dirinya bisa kembali menikmati musik sebagai hobi yang menyenangkan tanpa beban tuntutan industri. Fariz menyerahkan seluruh pengelolaan hak profesionalnya kepada perusahaan keluarga yang kini dikelola oleh anak-anaknya.
“Saya tetap main musik, tapi saya tidak lagi mengelola hak apapun dari profesionalisme saya. Saya ingin kembali menjadi manusia normal, main musik asik-asik aja, main band asik-asik aja, manggung asik-asik aja, enggak mikirin honor, enggak mikirin apa-apa. Seru-seruan aja,” katanya.
Meskipun menyatakan berhenti dari aspek bisnis dan publisitas, Fariz menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah berhenti berkarya. Baginya, seorang musisi sejati tidak mengenal kata pensiun dalam hal menciptakan keindahan nada dan melodi.


