PBTY XXI Hadirkan Wajah Baru “Imlek Rasa Ramadan” di Yogyakarta

0 Shares

HOLOPIS.COM, YOGYAKARTA Ada yang berbeda dengan keriuhan Malioboro di awal tahun 2026 ini. Gelaran tahunan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI resmi dibuka dan membawa nuansa unik yang jarang terjadi sebelumnya: pertemuan antara tradisi Tahun Baru Imlek dengan khidmatnya suasana bulan suci Ramadan.

Berlangsung dari 25 Februari hingga 3 Maret 2026, ajang kolaborasi antara Jogja Chinese Art & Culture Center (JCACC) dengan berbagai instansi pemerintah ini mengusung tema besar “Warisan Budaya Memperkuat Persatuan Bangsa”. Berikut adalah poin-poin unik yang membuat PBTY tahun ke-21 ini menjadi sangat spesial:

1. Harmoni Ngabuburit di Kampoeng Ketandan

Karena bertepatan dengan bulan puasa, PBTY XXI tidak hanya menjadi ajang pameran budaya Tionghoa, tetapi juga ruang toleransi. Pihak penyelenggara menyediakan agenda ngabuburit dan pembagian takjil gratis di kawasan Kampoeng Ketandan dan Jalan Suryatmajan. Pengunjung bisa menanti waktu berbuka puasa sambil menikmati arsitektur klasik dan lampion yang menghiasi sudut kota.

2. Malioboro Imlek Carnival: Parade Malam Minggu

Agenda yang paling dinantikan, Malioboro Imlek Carnival, akan digelar pada Sabtu malam, 28 Februari 2026, mulai pukul 20.00 WIB. Sepanjang 1,8 km dari Gedung DPRD DIY hingga Titik Nol Kilometer akan disulap menjadi panggung kolaborasi raksasa. Pengunjung akan disuguhi atraksi Barongsai dan Liong yang ikonik, berpadu dengan parade seni wastra (kain tradisional) dan kriya lokal yang megah.

- Advertisement -

3. Jaminan Kuliner: Zona Halal & Non-Halal Terpisah

Bagi pencinta kuliner, PBTY XXI menghadirkan 172 stand makanan dan minuman. Menariknya, untuk menghormati pengunjung yang sedang berpuasa dan menjaga kenyamanan bersama, panitia menerapkan sistem zonasi yang ketat antara kuliner halal dan non-halal. Hal ini menjamin bahwa siapa pun bisa berburu street food khas Tionghoa maupun lokal dengan rasa aman dan nyaman.

4. Wadah Kreativitas Lintas Generasi

Tidak sekadar menonton, pengunjung juga bisa berpartisipasi dalam berbagai lomba yang dirancang untuk memupuk kepercayaan diri, terutama bagi anak-anak. Ajang kompetisi ini mencakup berbagai kategori menarik, mulai dari Kid Modern Dance Competition, Lomba Tari Kreasi, Competition Chinese Costume, hingga Lomba Menyanyi Lagu Mandarin yang selalu menjadi magnet perhatian publik setiap tahunnya.

PBTY XXI tahun ini membuktikan bahwa perbedaan budaya dan keyakinan bukanlah penghalang, melainkan pondasi kuat untuk mempererat jati diri bangsa Indonesia. Jangan lewatkan momen langka ini untuk berswafoto dan merasakan langsung kehangatan akulturasi di jantung Kota Gudeg.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU