HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ratusan warga New York turun ke jalan dan berkumpul di Times Square pada Sabtu (28/2) untuk memprotes serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Aksi kemudian berlanjut dengan pawai di sejumlah ruas jalan di Kota New York.
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap operasi militer terbaru dan mendesak pemerintah mengalihkan anggaran negara ke sektor pendidikan, perumahan, serta kebutuhan domestik lainnya.
Para peserta membawa berbagai spanduk bertuliskan “Hentikan Perang di Iran”, “Tidak Ada Perang Penggantian Rezim”, hingga “Trump Harus Mundur Sekarang”. Mereka juga meneriakkan slogan yang menolak campur tangan AS di Timur Tengah.
Direktur pendidikan The People’s Forum, Layan Fuleihan, dalam orasinya menyinggung kepemilikan senjata nuklir Amerika Serikat.
“Kita tidak boleh melupakan bahwa Amerika Serikat-lah yang memiliki lebih dari 5.000 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan. Amerika Serikat juga yang mengarahkan hulu ledak nuklir tersebut ke kota-kota dan pemukiman warga sipil seperti kita semua di seluruh dunia,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Minggu (1/3).
Ia menilai Iran tidak menjadi ancaman langsung bagi masyarakat Amerika.
“Iran tidak menimbulkan ancaman bagi AS. Kami tidak akan tertipu oleh kebohongan yang digunakan untuk menipu kami 20 tahun yang lalu,” kata Fuleihan.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi warga Amerika untuk merasa terancam oleh Iran dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada alasan sama sekali dan tidak ada pekerja atau keluarga di AS yang mengatakan bahwa mereka bangun setiap hari dan merasa takut terhadap Iran. Ini bukan kenyataan di negara ini,” lanjutnya.
Selebaran yang dibagikan dalam aksi tersebut juga mengkritik langkah Presiden Donald Trump.
“Serangan terhadap Iran oleh Donald Trump dan kelompoknya yang gila perang merupakan kejahatan politik yang besar, melanggar hukum internasional, dan bertentangan langsung dengan Konstitusi AS,” demikian isi selebaran yang dikaitkan dengan David North, ketua Partai Kesetaraan Sosialis di AS.
North juga menyatakan perang tidak akan menyelesaikan persoalan domestik Amerika maupun membalikkan penurunan posisi global negara tersebut.
Sementara itu, pensiunan dosen ekonomi dan kebijakan luar negeri di New York City, Marilyn Vogt-Downey, menyebut kebijakan tersebut sebagai bagian dari pola agresi yang berulang. Menurut penyelenggara aksi, demonstrasi serupa menentang perang terhadap Iran akan kembali digelar di New York City dalam beberapa hari mendatang.

