Donald Trump Diduga Tertidur Saat Briefing di Gedung Putih, Netizen Ramai Bereaksi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTADonald Trump kembali menjadi sorotan publik usai diduga tertidur saat menghadiri briefing di Oval Office, Gedung Putih. Momen tersebut terjadi pada Kamis (4/6) ketika Trump sedang menggelar pengumuman terkait kebijakan energi yang ia sebut sebagai “Beautiful, Clean Coal”.

Dalam video yang beredar di media sosial, Trump terlihat duduk bersama sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, Menteri Energi Chris Wright, dan Administrator EPA Lee Zeldin.

Di tengah briefing berlangsung, Trump tampak memejamkan mata cukup lama sambil bersandar ke belakang dan sedikit ke samping, memicu spekulasi bahwa dirinya tertidur sesaat. Video tersebut langsung viral dan memancing berbagai komentar netizen di media sosial.

Pihak Gedung Putih sendiri langsung membantah tudingan bahwa Trump tertidur saat briefing berlangsung. Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyebut Trump tetap dalam kondisi prima dan aktif menjalankan tugasnya.

“President Trump is the sharpest, most accessible, and energetic president in American history, (Presiden Trump adalah presiden paling tajam, mudah diakses, dan energik sepanjang sejarah Amerika),” kata Ingle kepada media, dikutip Holopis.com, Jum’at (5/6).

Ia juga mengecam tudingan yang menyebut Trump tertidur dan menyebut rumor tersebut sebagai teori konspirasi yang tidak berdasar. Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi hanya sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membantah tuduhan serupa di Capitol Hill.

- Advertisement -

Saat itu, anggota DPR dari Partai Demokrat, Ted Lieu, disebut sempat menunjukkan beberapa video yang memperlihatkan Trump tampak mengantuk dalam acara resmi. Meski demikian, Rubio tetap menolak anggapan bahwa Presiden AS tersebut tertidur di depan publik.

Di tengah perdebatan itu, sejumlah dokter juga ikut memberikan pendapat terkait kondisi Trump. Dokter jantung Jonathan Reiner yang pernah menangani mantan Wakil Presiden Dick Cheney mengatakan Trump menunjukkan tanda-tanda “severe daytime somnolence” atau rasa kantuk berat di siang hari.

Menurut Reiner, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan serius. Meski ramai dibahas, Trump tetap melanjutkan briefing dengan membahas sejumlah isu, mulai dari kritik terhadap turbin angin, situasi Iran, hingga rencana menghadiri Game 3 Final NBA di New York pada Senin mendatang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU