Drone Hizbullah Makin Menggila, Israel Panik dan Tambah Pertahanan Besar-besaran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat setelah lebih dari 15 drone peledak dilaporkan meledak di wilayah Israel pada Selasa waktu setempat. Sebagian besar serangan disebut menyasar zona militer zionis Israel.

Media lokal Israel, Channel 12 yang dikutip dari Anadolu, melaporkan bahwa serangan drone kini menjadi perhatian serius pemerintah dan militer Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan menyebut ancaman drone Hizbullah sebagai ancaman besar dan mendesak militer segera menemukan solusi efektif untuk menghadapinya.

Menurut laporan tersebut, militer Israel kini percepat pengadaan sistem pertahanan dan perlengkapan pelindung dari sejumlah negara Eropa. Langkah itu untuk perkuat pasukan yang ditempatkan di Lebanon maupun di sepanjang garis perbatasan utara Israel.

Israel juga dilaporkan meningkatkan operasi militer di Lebanon selatan untuk menekan ancaman drone peledak. Namun, warga di permukiman Israel bagian utara mengaku operasi tersebut belum banyak mengubah kondisi keamanan di wilayah mereka.

Sebagai langkah antisipasi, militer Israel telah memasang lebih dari 250 ribu meter persegi jaring pelindung untuk mengurangi risiko serangan drone. Selain itu, Israel juga disebut tengah memesan tambahan sekitar 280 ribu meter persegi jaring perlindungan.

Channel 12 menyebut divisi teknologi militer Israel saat ini terus mengembangkan inovasi untuk menghadapi serangan drone. Meski demikian, para pejabat keamanan mengakui hasil di lapangan masih belum memuaskan dan belum ada solusi permanen yang benar-benar efektif.

- Advertisement -

Dalam beberapa jam terakhir, Israel juga meningkatkan intensitas serangan ke wilayah Lebanon setelah Netanyahu mengancam akan memberikan pukulan keras kepada Hizbullah menyusul meningkatnya serangan drone lintas perbatasan.

Konflik antara kedua pihak terus memakan korban jiwa. Sejak 2 Maret, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan sudah menewaskan hampir 3.200 orang.

Selain itu, dampak lainnya dengan melukai lebih dari 9.600 serta memaksa lebih dari 1,6 juta warga mengungsi berdasarkan data resmi.

Meski gencatan senjata yang dimediasi AS mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang hingga awal Juli, militer Israel disebut masih terus melakukan serangan harian di sejumlah wilayah Lebanon selatan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU