HOLOPIS.COM, JAKARTA – Persija Jakarta secara mengejutkan kalah 0-2 dari Arema FC dalam laga Super League di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu malam (8/2). Dua gol kemenangan Arema dicetak Gabriel Costa pada menit ke-82 dan 90+11.
Kekalahan dari Arema itu membungkam The Jak Mania yang meramaikan isi stadion GBK. Meski dominasi penguasaan bola hingga 82 persen, Macan Kemayoran tak sanggup membuat sebiji gol.
Serangan balik cepat Singo Edan dalam sepuluh menit terakhir membungkam tuan rumah. Tiga poin pun berhasil dicuri Arema.
Dengan kekalahan dari Arema, Persija kini meraup 41 poin dari 20 laga. Rinciannya, 13 kali menang, 2 seri, dan lima kalah.
Macan Kemayoran kini terpaut enam poin dari Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Posisi dua, ada Borneo FC dengan 46 poin. Beda satu poin dengan Persib.
Hasil minor dari Arema membuat pelatih Mauricio Souza kecewa. Target tiga poin untuk menjaga jarak aman agar berada jalur juara pun pupus.
Pelatih asal Brasil itu mengakui tim asuhannya tak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema.
“Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi. Kami menerima bola di ruang-ruang itu, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis benar-benar sedikit merugikan tim kami di babak pertama,” kata Mauricio dikutip dari laman resmi Persija, Senin, (9/2/2026).
Pun, ia di babak kedua mengubah strategi dengan mengganti posisi Maxwell Souza dengan Alaeddine Ajaraie. Dengan masuknya pemain asal Maroko itu, permainan Persija meningkat cukup banyak.
“Kami menguasai permainan sepenuhnya. Mereka hanya keluar lewat bola-bola panjang, mencoba mengeksplorasi serangan balik. Kami terus berada di area menyerang, mencari gol,” ujar Mauricio.
Menurut dia, Persija juga tak cukup baik dalam menyerang sambil bertahan. Kondisi itu yang akhirnya menjadi celah Arema untuk melakukan serangan balik dan mencetak gol.
“Babak kedua dari tim kami sangat bagus, meskipun kami kebobolan. Namun, babak pertama memang jauh dari yang diharapkan,” tutur Mauricio.



