Menag Nasaruddin Umar Kenang Mendiang Paus Fransiskus

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenang mendiang Paus Fransiskus ketika keduanya bertemu pada 2024 lalu saat Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Jakarta. Nasaruddin mengatakan Paus Fransiskus merupakan sosok yang selalu menyerukan persudaraan lintas agama maupun ras.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin ketika menghadiri  Pertemuan Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” di Roma, Vatikan pada Senin (27/10/2025).

Nasaruddin kemudian menceritakan perasaan sedihnya ketika mendengar kabar duka mengenai kematian Paus Fransiskus. Dia mengatakan, ketika mendengarkan kabar duka tersebut, semua momen kebersamaannya dengan Paus Fransiskus pada 2024 lalu muncul di ingatannya.

“Ketika saya mendengar kabar duka dari Vatikan, saya merasa tak percaya. Semua kenangan tentang Paus Fransiskus muncul di benak saya. Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” katanya seperti dikutip Holopis.com dari CNA.

Nasaruddin mengaku mendengar kabar Fransiskus wafat beberapa jam setelah menerima undangan dari Sant’ Egidio untuk berbicara di forum ini. Padahal dia berharap dapat menemuinya di Vatikan pada bulan Oktober di acara tersebut.

“Ada begitu banyak kenangan tak terlupakan bersama Paus Fransiskus. Bahkan ketika saya melihat foto kami di mana saya mencium keningnya dan beliau mencium tangan saya, saya merasa seolah beliau masih bersama kami,” ujarnya.

- Advertisement -

Dia mengatakan tindakan yang Paus Fransiskus berikan ketika mereka bertemua tahun lalu tidak sebatas seremonila, mnelainkan pengalaman spritiual tentang persaudaraan antar umat beragama.

“Dalam percakapan singkat kami, Paus Fransiskus merujuk pada Ensiklik Fratelli Tutti, dan beliau mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi saudara dan saudari yang melampaui agama, ras, dan bangsa,” katanya.

Baginya, Paus Fransiskus tidak sekedar mengajarkan kasih melalui kata-kata tetapi juga memberika teladan nyata melalui kesederhanaan hidupnya.

“Bagi saya, Paus Fransiskus adalah sosok yang beriman teguh, rendah hati, dan penuh harapan. Bukti nyata akan pelayanan kepada sesama, kebaikan, belas kasih, dan cinta yang mendalam bagi semua ciptaan. Beliau mengajarkan kita untuk menjalani hidup yang sederhana namun bermakna,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Pertemuan Internasional untuk Perdamaian “Daring Peace” ini diselenggarakan oleh Komunitas Sant’ Egidio dan dihadiri oleh para kardinal, uskup, pastor, serta suster dari 50 negara. Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri tokoh keagamaan lainnya seperti Grand Syekh Al Azhar Mesir, Ahmed Al Tayeb.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Maria Hermina
Achmad Husin Alifiah
Maria Hermina, Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU