HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengumumkan tiga program pertahanan multinasional baru saat membuka rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO 2026 di Ankara, Turki, Selasa (7/7/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya aliansi memperkuat kemampuan militer melalui kerja sama pengadaan alat utama pertahanan antarnegara anggota.
Pengumuman itu disampaikan dalam NATO Defense Industry Forum, agenda pembuka KTT yang mempertemukan pemerintah dan pelaku industri pertahanan. Fokus utama forum tersebut adalah memperkuat kolaborasi dalam pengembangan dan pengadaan peralatan militer.
Program pertama yang diperkenalkan adalah modernisasi armada angkutan udara NATO. Proyek ini mencakup peningkatan kemampuan pesawat angkut Airbus A400M serta penambahan armada pesawat pengisian bahan bakar di udara Airbus A330 Multi Role Tanker Transport (MRTT).
“Sejumlah negara anggota NATO secara resmi akan mengumumkan pengiriman tambahan pesawat Airbus A330 MRTT,” kata Rutte yang dikutip Holopis.com dari Anadolu, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, penambahan armada tersebut akan memperkuat kemampuan angkutan udara strategis sekaligus mendukung operasi pengisian bahan bakar pesawat tempur di udara, sehingga meningkatkan mobilitas pasukan NATO dalam berbagai misi.
Selain itu, NATO juga akan menjalankan proyek pengadaan bersama pesawat nirawak MQ-4C Triton. Drone berkemampuan jarak jauh itu akan digunakan untuk memperkuat fungsi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance/ISR) di berbagai wilayah operasi.
“Pesawat tambahan tersebut akan memperkuat kemampuan pengawasan berkelanjutan di wilayah perairan yang luas,” ujar Rutte.
Program ketiga menyasar pembaruan sistem peringatan dini udara NATO. Aliansi berencana mengganti armada Airborne Warning and Control System (AWACS) yang selama ini menggunakan pesawat Boeing E-3A Sentry dan telah beroperasi selama puluhan tahun.
Sebagai penggantinya, negara-negara anggota NATO akan melakukan pengadaan bersama hingga 10 unit pesawat Saab GlobalEye buatan Swedia. Pesawat tersebut dirancang untuk menjalankan fungsi pengawasan udara, laut, dan darat dengan teknologi radar yang lebih modern dibandingkan generasi sebelumnya.
Melalui tiga proyek tersebut, NATO ingin memperkuat kemampuan operasional aliansi di tengah meningkatnya tantangan keamanan global, sekaligus memperdalam kerja sama industri pertahanan di antara negara-negara anggotanya.
KTT NATO 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (8/7/2026). Selain membahas modernisasi kemampuan militer, para pemimpin negara anggota juga akan mendiskusikan peningkatan belanja pertahanan, dukungan militer bagi Ukraina, serta langkah memperkuat kapasitas industri pertahanan di kawasan Atlantik Utara.


