JAKARTA – Peluncuran iPhone 17 Series yang seharusnya menjadi momen gemilang bagi Apple justru dibayangi kabar mengejutkan. Robby Walker, salah satu eksekutif kunci di divisi kecerdasan buatan (AI), memutuskan hengkang setelah lebih dari satu dekade berkarier di raksasa teknologi tersebut.
Walker dikenal sebagai sosok penting yang pernah memimpin tim Siri dan terlibat langsung dalam pengembangan strategi AI serta teknologi pencarian Apple.
Ia selama ini melapor kepada John Giannandrea, Senior VP Machine Learning dan AI Strategy Apple. Kepergiannya, yang dijadwalkan bulan depan, menambah panjang daftar eksodus petinggi AI dari perusahaan asal Cupertino itu.
Masalahnya, Apple memang sedang dianggap tertinggal dalam persaingan AI global. Bahkan di iPhone 17, fitur-fitur berbasis AI generatif masih dinilai minim. Pembaruan besar Siri yang dijanjikan pun terus tertunda, membuat banyak pihak meragukan peta jalan AI Apple.
Keluarnya Walker mengikuti jejak Ruoming Pang, ahli AI senior Apple lainnya, yang lebih dulu pindah ke Meta. Fenomena ini memunculkan spekulasi adanya frustrasi internal terkait lambannya inovasi AI di Apple, terutama dibandingkan dengan pesaing seperti Google, Microsoft, dan Meta yang agresif mengintegrasikan AI ke produk mereka, seperti dilansir Holopis.com dari Web Pro News, Selasa (16/9/2025).
Analis Wedbush, Daniel Ives, bahkan melontarkan kritik tajam. Menurutnya, Apple “seperti duduk santai di bangku taman sambil minum limun, sementara dunia berubah drastis oleh AI.” Ia menilai strategi Apple yang lamban bisa membuat perusahaan kehilangan momentum dalam revolusi teknologi terbesar dalam 40 tahun terakhir.
Padahal, Apple sebenarnya memiliki modal kuat berupa basis konsumen global: lebih dari 2,4 miliar perangkat iOS dan 1,5 miliar iPhone aktif di seluruh dunia. Namun, Ives menilai Apple belum memanfaatkan aset ini secara maksimal untuk mendominasi tren AI.
Dengan hengkangnya Robby Walker, pertanyaan besar kini muncul: apakah Apple mampu mengejar ketertinggalan dan menjadikan Siri serta iPhone generasi terbaru sebagai pemimpin inovasi AI, atau justru semakin tertinggal dari para pesaingnya?


