Ketua BEM UI Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Independen Pasca Demo Anarkis

0 Shares

JAKARTA – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Agus Setiawan meminta secara tegas kepada pemerintah untuk membuat tim investigasi yang bebas tanpa ada tekanan dari pihak lain, guna menyelidiki kasus yang belakangan ini muncul pasca aksi demonstrasi anarkis.

“Saya ingin ada pembentukan tim investigasi yang independen, untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang berlangsung sepanjang bulan Agustus ini,” kata Agus dalam forum dialog bersama pemerintah di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dikutip Holopis.com, Rabu (3/9).

- Advertisement -

“Karena kami khawatir bahwa gerakan kami hari ini justru ditunggangi oleh sebagian oknum ini,” sambungnya.

Lantas, Ketua BEM UI itu menyoroti sektor ekonomi Indonesia yang beberapa waktu terakhir ini sedang mengalami gejolak di kalangan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa perilaku joget-joget yang dilakukan oleh anggota DPR di tengah gejolak ekonomi Indonesia, bukanlah hal yang sepantasnya ditunjukkan di muka publik.

- Advertisement -

“Berkaitan dengan permasalahan kami sebagai bagian dari pada warga negara yang sebetulnya khawatir kira-kira kita ke depan itu kondisi ekonominya seperti apa ya,” ungkapnya.

“Di tengah masyarakat rentan menderita, di PHK, ekonomi lesu, daya beli masyarakat menurun, kok bisa ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjangannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut terjadi simbolisasi joget-joget yang kemudian membuat hati kami sedih,” lanjutnya.

Melihat fenomena seperti itu, Agus merasa bahwa suara dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat saat pemilu hanya dimanfaatkan untuk kepentingan mereka saja.

“Kami seakan-akan hanya dimanfaatkan di setiap momentum milihnya saja, dengan berbagai janjinya. Tetapi ketika sudah duduk di kursi-kursi yang enak ini, Bapak-bapak Ibu sekalian yang duduk di parlemen seakan-akan melupakan kami sebagai bagian dari pada rakyat yang seharusnya diwakilkan setiap pertemuan rapatnya,” terangnya.

Pun demikian, Agus khawatir cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada tahun 2045, tidak akan tercapai jika kondisi bangsa ini belum juga diperbaiki.

“Dan saya pribadi sebagai generasi nantinya yang menerus perjuangan ini, saya khawatir bahwa narasi-narasi Indonesia Emas 2045, narasi-narasi bahwa apa yang ada hari ini adalah untuk anak cucu kita justru tidak akan tercapai ke depannya,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru