HOLOPIS.COM, BANDUNG — Angin perubahan kencang berhembus dari markas besar PT Telkom Indonesia Tbk di Bandung. Dalam sebuah langkah strategis yang menandai babak baru pengelolaan aset negara, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, turun langsung melakukan supervisi operasional.
Kunjungan ini memfokuskan pada tiga pilar utama yang menjadi ruh transformasi: integritas laporan keuangan, penyederhanaan struktur bisnis, serta penegakan hukum yang tanpa kompromi. Agenda ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan implementasi konkret dari penguatan tata kelola BUMN.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Senin (20/4) ini bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan sebuah mandat eksekutif yang kuat. Tujuannya jelas, memastikan emiten telekomunikasi pelat merah tersebut mampu berlari lebih kencang di tengah disrupsi digital yang kian agresif.
BP BUMN bersama PT Danantara Asset Management (DAM) memberikan sinyal kuat bahwa pola lama harus ditinggalkan. Era di mana pembukuan yang kompleks dan struktur anak usaha yang gemuk menghambat gerak perusahaan dipastikan akan segera berakhir tahun ini.
Fokus utama yang menjadi sorotan tajam adalah pembersihan “buku” perusahaan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap pencatatan aset dan liabilitas Telkom benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Proses penataan ulang pembukuan ini dilakukan agar sesuai dengan standar akuntansi global serta mengacu pada benchmark industri telekomunikasi modern. Transparansi keuangan yang solid dipandang sebagai modal utama untuk memulihkan kepercayaan pasar.
Dengan laporan keuangan yang bersih, Telkom diharapkan mampu meningkatkan daya tarik di mata investor internasional. Hal ini krusial untuk memperkuat fundamental bisnisnya di pasar modal dan memastikan keberlanjutan investasi di masa depan.
Selain aspek finansial, Danantara juga menuntut akselerasi streamlining atau perampingan anak perusahaan secara masif. Strategi ini dipandang sangat krusial agar Telkom tidak lagi terjebak dalam inefisiensi birokrasi internal yang sering kali lamban.
Melalui perampingan ini, Telkom didorong untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih ramping, fokus, dan jauh lebih adaptif. Kecepatan dalam merespons dinamika industri telekomunikasi yang serba cepat menjadi harga mati bagi kelangsungan bisnis mereka.
Dalam arahannya yang tegas di hadapan jajaran pimpinan Telkom, Dony Oskaria menggarisbawahi visi besar di balik kebijakan ini. Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini merupakan pengejawantahan langsung dari visi kepemimpinan nasional untuk menciptakan ekosistem BUMN yang sehat.
“Rapat hari ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden tentunya. Pertama mengenai buku harus bersih, kita menata ulang pembukuan terhadap Telkom. Kedua membahas mengenai streamlining yang harus diselesaikan tahun ini. Ketiga mengenai pembersihan, karena kita mau perusahaan ini dijalankan dengan yang benar, tepat, dan bersih sehingga perusahaan Telkom ke depannya benar-benar menjadi lebih hebat lagi,” tegas Dony Oskaria.
Transformasi ini juga membawa misi sosial yang kental di mana inovasi digital Telkom harus memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat. Dengan pengawalan ketat Danantara, Telkom kini berada di jalur cepat menuju penguatan tata kelola perusahaan yang berintegritas dan akuntabel demi kontribusi ekonomi nasional.

