JAKARTA – Setelah membuat Gaza Palestina kelaparan hingga menewaskan ratusan orang, kali ini Israel meneror masyarakat Lebanon dengan drone pengintai. Seorang warga bernama Hassan Nasser, berlokasi di Mays El Jabal mengatakan bahwa bayangan sebuah drone melayang di atas kepalanya ketika ia berada di rumah.
Ia dan keluarga pun langsung terbangun karena suara drone tersebut. Seakan-akan bahkan langit di negara sendiri sudah terasa seperti bukan langit milik mereka lagi.
“Kami terbangun karena suara drone. Rasanya langit bukan lagi milik kami,” kata Hassan, dikutip Holopis.com, Jum’at (25/7).
Ia mengatakan anak-anaknya langsung merasakan dampak yang signifikan. Apalagi ketika drone tiba-tiba berada di atas rumahnya. Mereka merasa saat ini keluarga mereka seperti sengaja sedang disorot.
“Anak-anak saya khususnya menjadi sangat terdampak. Saat drone terbang rendah di atas rumah kami, rasanya seperti kami sedang disorot,” katanya.
Beberapa drone pun menyiarkan pesan audio melalui pengeras suara, mendesak warga agar tidak menghalangi atap atau membiarkan jendela terbuka. Drone lain menyebarkan selebaran yang berisi peringatan atau kritik terhadap Hizbullah.
Sumber-sumber keamanan Lebanon melaporkan peningkatan lebih dari 40 persen dalam penerbangan drone Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon sejak Januari. Beberapa drone bahkan mencapai ibu kota Lebanon, Beirut, jauh melampaui zona perbatasan rawan konflik.
Drone-drone tersebut melanggar perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dicapai pada November 2024, dan melanggar Resolusi PBB 1701. Namun, bagi warga desa yang terdampak, pelanggaran ini merupakan gangguan yang lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari ketimbang gangguan diplomatik.



