SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi terkini terkait prakiraan cuaca Jateng (Jawa Tengah) yang akan terjadi pada hari ini, Jumat (11/7).
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca Jateng pada pagi hingga siang ini umumnya bakal cerah berawan hingga berawan. Namun pada sore hingga awal malam, kondisi langit di Jateng mulai didominasi cuaca berawan.
Adapun pada hari ini, BMKG tidak melihat adanya potensi hujan, baik itu hujan dengan intensitas ringan sekalipun.
Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada mengingat potensi kemarau basah, yakni kondisi dimana curah hujan tinggi di musim kemarau, yang diprediksi masih akan terjadi hingga Oktober 2025 mendatang.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya telah menjelaskan, bahwa hujan akan terus turun di musim kemarau. Hasil prediksi curah hujan bulanan menunjukkan bahwa anomali curah hujan yang sudah terjadi sejak Mei 2025.
“Melemahnya Monsun Australia yang berasosiasi dengan musim kemarau turut menyebabkan suhu muka laut di selatan Indonesia tetap hangat dan hal ini berkontribusi terhadap terjadinya anomali curah hujan tersebut,” kata Dwikorita, Senin (7/7), sebagaimana dikutip Holopis,com.
Selain itu, gelombang Kelvin aktif yang terpantau melintas di pesisir utara Jawa, disertai pelambatan dan belokan angin di Jawa bagian barat dan selatan memicu penumpukan massa udara. Kemudian, konvergensi angin dan labilitas atmosfer lokal juga tepantau kuat sehingga mempercepat pertumbuhan awan hujan.
Adapun berdasarkan iklim global, BMKG dan beberapa pusat iklim dunia memprediksi ENSO (suhu muka air laut di Samudra Pasifik) dan IOD (suhu muka air laut di Samudra Hindia) akan tetap berada di fase netral pada semester kedua tahun 2025.
Hal ini berarti, dapat dipastikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di atas normal dari yang seharusnya terjadi di musim kemarau atau disebut juga dengan kemarau basah.

