JAKARTA, HOLOPIS.COM — WIKA-RAU KSO selaku pelaksana proyek Extended Concourse Bundaran HI akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan insiden melibatkan salah satu petugas keamanan di lokasi kerja dengan pengemudi Toyota Alphard.
Melalui pernyataan resminya (Corporate Statement), manajemen membenarkan bahwa sosok yang berada dalam rekaman video tersebut merupakan personel keamanan yang bertugas di area proyek mereka.
Pihak WIKA-RAU KSO menegaskan bahwa profesionalisme, kepatuhan pada standar operasional (SOP), serta keamanan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas utama. Kejadian ini juga dijadikan momentum bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
“Perusahaan senantiasa mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area proyek. Perusahaan juga berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap kejadian sebagai bagian dari proses evaluasi guna terus meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelaksanaan pekerjaan di area proyek,” tulis manajemen WIKA-RAU KSO.
Apresiasi Petugas dan Komitmen Perlindungan
Meski melakukan evaluasi, pihak konsorsium tetap memberikan apresiasi atas dedikasi personel keamanan yang berupaya menjaga ketertiban serta keselamatan publik di sekitar wilayah proyek yang padat aktivitas tersebut.
Di saat yang sama, perusahaan menekankan pentingnya pendekatan yang ramah dan humanis dalam setiap tindakan pengamanan di lapangan.
“Perusahaan memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang telah berupaya menjalankan tugasnya dalam menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan ketertiban di sekitar area proyek, sekaligus terus mendorong profesionalitas dan sisi humanis dalam menjalankan tugasnya. Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Mengingat lokasi pengerjaan proyek Extended Concourse berada di titik strategis pusat kota yang ramai dilalui kendaraan maupun pejalan kaki, WIKA-RAU KSO turut mengimbau masyarakat untuk saling menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu, marka, dan isyarat lalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup pihak Project Manager WIKA-RAU KSO dalam keterangan tertulisnya.

Insiden bermula ketika sebuah mobil Toyota Alphard diduga menerobos lampu merah di area penyeberangan (pelican cross) kawasan Bundaran HI. Melihat pelanggaran tersebut, seorang petugas keamanan yang berada di lokasi berinisiatif menegur pengemudi dengan menepuk atau menepuk kaca bodi mobil karena nekat menerobos lampu merah ketika masyarakat hendak melintas di zebra corss. Aksi pemukulan pada kaca kendaraan itu justru memicu emosi pengemudi dan penumpang mobil hingga terjadi cekcok mulut dan aksi saling dorong di pinggir jalan.
Guna menghindari keributan yang makin memanjang di area publik, kedua belah pihak akhirnya sepakat menuju Pos Polisi (Pospol) MH Thamrin untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Di dalam pos polisi, petugas keamanan dinilai bersalah oleh pihak kepolisian karena tidak memiliki kewenangan menepuk atau memukul kaca kendaraan warga. Pihak kendaraan Alphard pun sempat melontarkan ancaman akan melaporkan insiden tersebut ke perusahaan tempat sekuriti bekerja.


