Tips Nyaman Mudik Bersama Bayi Apapun Kendaraannya

0 Shares

JAKARTA – Khawatir tantrum, itu mungkin yang Anda pikirkan saat merencanakan mudik bersama bayi. Jangan khawatir, mudik bersama bayi dijamin nyaman dan aman jika Anda melakukan beberapa tips berikut ini.

Yang pertama-tama perlu Anda pastikan sebelum memutuskan mudik bersama bayi adalah apakah usia bayi cukup untuk melakukan perjalanan jauh.

Kalau menurut American Academy of Pediatrics (AAP) melansir dari The Bump, bayi yang berusia 1 bulan, baik itu yang lahir prematur atau cukup bulan, sangat tidak disarankan bepergian jauh apapun kendaraannya –tidak terkecuali mobil pribadi.

Di usia itu, sistem kekebalan tubuh bayi masih belum optimal. Bayi masih berisiko tinggi terpapar berbagai penyakit menular. AAP menyarankan agar orangtua menunggu setidaknya sampai imun lebih berkembang, yakni setelah bayi menerima beberapa imunisasi awal yang perlu diterimanya di usia 6-8 minggu.

Kalau sudah, silakan rencanakan mudik bersama bayi Anda.

Kedua, siapkan dengan seksama keperluan bayi. Di antaranya:

- Advertisement -

· Makanan-minuman: ASI, susu formula, MPASI, camilan, air panas (untuk menghangatkan ASI/MPASI), dan lainnya.

· Perlengkapan dan peralatan: botol susu, peralatan makan, slubber, sabun mandi dan sabun alat makan, tas ASI (lengkap dengan alat perah dan ice gel), tisu basah, tisu kering dan lainnya.

· Pakaian: popok, atasan-bawahan, topi, kaos kaki, selimut, alas popok.

· Mainan

· Obat-obatan pribadi bayi.

Pastikan semuanya tidak tertinggal, dan sebisa mungkin jangan membawa terlalu banyak. Untuk beberapa benda, seperti popok, sebaiknya bawa secukupnya dan membelinya di minimarket terdekat jika habis.

Berikut ini beberapa tips mudik bersama bayi dengan mobil pribadi, pesawat juga kereta api.

Mudik Bersama Bayi Naik Mobil

Mudik bersama bayi melalui jalan darat, terutama dengan mobil pribadi, memang merupakan pilihan teraman. Alasannya, apalagi kalau bukan karena Anda bisa mengatur perjalanan sefleksibel mungkin.

Agar perjalanan jadi lebih nyaman dan lancar lagi, perhatikan juga beberapa hal berikut ini, ya:

1. Mengatur waktu keberangkatan

Anda pasti sudah menghitung berapa jarak dan waktu yang perlu ditempuh untuk bisa sampai di kota tujuan. Nah, sebisa mungkin, sesuaikan waktu keberangkatan dengan jadwal tidur bayi (siang atau malam). Ini agar selama perjalanan bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur sehingga perjalanan jadi terasa lebih cepat baginya.

2. Gunakan baby car seat

Alih-alih memangkunya sepanjang perjalanan, dudukkan bayi di baby car seat –terutama jika perjalanan sangat jauh. Selain lebih aman, Anda dan bayi juga lebih nyaman: tubuh tidak pegal karena terlalu sering digendong dan menggendong, serta bisa bergerak lebih leluasa.

Pasang kursi bayi dengan benar dan pastikan setiap belt-nya terpasang sempurna sehingga tubuh bayi tidak melorot.

3. Seringlah menepi untuk beristirahat

Duduk terlalu lama saja bisa terasa pegal, apalagi sambil menyetir. Jadi gunakanlah waktu beristirahat untuk meregangkan tubuh di rest area.

Tidak apa-apa sampai lebih lama, yang penting aman sampai di tujuan. Pada waktu ini Anda juga bisa sesekali membawa bayi keluar dari mobil sekadar menghirup udara segar.

4. Atur barang dalam jangkauan

Bagian dalam mobil memang tidak luas, tapi tetap saja usahakan agar semua barang yang Anda butuhkan dekat dengan Anda sehingga lebih mudah dijangkau. Misalnya saja tisu, popok, botol, tas pakaian dan makanan bayi, mainannya atau lainnya, juga tumbler minuman dan kacamata Anda.

5. Duduklah bersebelahan dengan bayi

Pastikan Anda atau pengasuh bayi duduk tepat di samping bayi. Jangan biarkan ia duduk sendirian tanpa pendampingan. Ini tentu saja agar ada yang mengawasi bayi dan memenuhi kebutuhannya selama perjalanan.

Nyaman Naik Pesawat

Bayi memang cenderung lebih tantrum saat melakukan perjalanan dengan pesawat. Tapi tidak dengan bayi Anda. Ini tipsnya:

1. Cari waktu terbang yang pas

Bayi biasanya mudah stres jika bertemu dengan orang banyak. Oleh karena Anda bepergian dengan bayi di musim mudik, jadi sudah dipastikan kondisi bandara lebih ramai dari biasanya.

Pilihlah waktu keberangkatan di mana bandara masih tidak terlalu ramai, yakni di pagi hari. Selain itu, saat pagi hari penundaan (delay) juga jarang terjadi.

2. Pilih kursi paling depan

Ada beberapa maskapai penerbangan yang menyediakan keranjang bayi (baby bassinet) yang disediakan di area sekat dari kursi depan (bulkhead). Pastikan pesawat yang Anda pilih memiliki fasilitas ini.

Setelah itu, segera informasikan dan pesan ke bagian customer service maskapai bahwa Anda ingin menggunakannya. Itu karena ketersediaan keranjang sangat terbatas sehingga penggunaannya first come first served.

Kalaupun tidak kebagian keranjang bayi, duduk di depan akan terasa lebih nyaman bagi Anda dan bayi. Anda bisa bergerak lebih fleksibel dan ruang untuk kaki pun lebih banyak.

Kalau tiket untuk kursi depan habis, pilih paling belakang saja, karena lebih dekat dengan akses kamar mandi dan dapur layanan.

3. Cari tahu aturan tentang membawa ASI dan susu formula

Untuk perjalanan ke luar negeri dengan pesawat, ada aturan mengenai bawaan yang bersifat cair. Berdasarkan Transportation Security Administration (TSA), bawaan seperti ASI, susu formula, dan makanan bayi (cair) hanya bisa dibawa dalam jumlah terbatas, yakni sekitar 3,4 ons di dalam tas tangan/jinjing atau tas ASI.

Saat membawanya, pastikan Anda menempatkannya secara berkelompok pada satu tas untuk memudahkan proses check-in.

4. Jangan lupa stroller ukuran kabin

Sekarang sudah banyak sekali stroller cabin size dijual, jadi bawa itu saja (jika perlu) agar bawaan Anda lebih ringkes.

5. Selamatkan telinga bayi dengan earmuff

Umumnya bayi menangis saat pesawat landas dan mendarat. Mengapa? Saluran eustachius pada telinga bayi masih sangat kecil, sehingga ia akan merasa kesakitan saat mengalami tekanan kuat (landing dan take off).

Untuk menghindari hal ini terjadi, bawa earmuff (penutup telinga bayi) dan pakainkan ke telinga bayi tiap kali pesawat landas dan mendarat.

Jika tidak ada, Anda bisa membantu bayi dengan tindakan menelan dan menghisap, seperti menyusui bayi, baik dengan puting ibu atau botol/dot.

Mudik Bersama Bayi dengan Kereta Api

Enak mudik bersama bayi dengan kereta api, karena pergerakan Anda juga lebih fleksibel –memungkinkan Anda membawa bayi berjalan-jalan di dalam gerbong. Berikut ini hal yang perlu Anda perhatikan saat berkereta api dengan bayi:

1. Cermat memilih kursi

Pilihlah kelas dengan reclining seat (kursi yang sandarannya bisa dimundurkan) –biasanya ada di kelas Bisnis, Eksekutif dan Premium.

Pelajari juga posisi duduk di mana saat kereta berjalan Anda menghadap ke depan –pemandangan tidak terlihat berlawanan. Caranya, pilih kursi bernomor genap pada sisi kiri atau bernomor ganjil pada sisi kanan.

2. Jangan salah turun

Sebelum turun, tanyakan ke petugas patroli gerbong atau pramugari kereta (train attendant), pintu gerbong sebelah mana (kiri atau kanan) yang akan terbuka pada stasiun tujuan Anda. Ini agar Anda bisa bersiap-siap turun dan tidak berdesak-desakan saat turun. Serta menghindari Anda salah turun sehingga menyebabkan Anda memutar jauh untuk keluar dari stasiun.

Itulah tips mudik bersama bayi yang bisa Anda ikuti. Jika bayi tantrum, tetaplah tenang dan bersabar. Mungkin bayi Anda memang frustrasi dan merasa nyaman. Berikanlah ia waktu untuk menenangkan diri sehingga bisa menikmati perjalanannya kembali.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ester S Manullang
Ester S Manullang
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU