Menurut Syahrur, kedatangan Prabowo pada sore hari itu benar-benar tidak diduga warga.
Sebelum Prabowo datang, ada kegiatan warga di kawasan hunian tersebut. Sejumlah ibu-ibu juga berkeliling untuk menanyakan kondisi warga.
“Pak Prabowo datangnya itu dadakan. Dari sore itu ada ibu-ibu yang keliling menanyakan masalah kondisi di Hunian Senen,” katanya.
Menjelang magrib, warga kemudian diminta berkumpul di lapangan.
Saat itulah Syahrur melihat mobil Presiden Prabowo datang dari arah belakang.
“Setelah mau kumpul ternyata ada mobil Pak RI (Prabowo) datang dari belakang. Ya mungkin Pak RI Pak Prabowo Subianto mau kasih surprise buat warga Hunian Senen,” ujarnya senang.
Syahrur bukan orang baru di kawasan bantaran rel tersebut. Ia mengatakan sudah ikut mengelola kawasan itu sejak 2010.
Setelah pindah ke Hunian Senen, tanggung jawab tersebut ternyata masih berlanjut.
“Dari 2010 saya yang mengelola di bantaran rel, sampai di sini pun saya dikasih tanggung jawab buat mengamankan di Hunian Senen,” ungkapnya.
Saat ini, Syahrur menjalani aktivitas sebagai wirausaha. Sementara istri dan anaknya tinggal di Tangerang.
Meski keluarganya berada di Tangerang, Syahrur tetap menjalankan perannya di lingkungan Hunian Senen.



