4 Hari Hilang Kontak di Krakatau, Rekan Sejawat Berharap 8 Orang Terdampar di Pulau

0 Shares

Bagi Theresia, doa bersama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar setelah berbagai upaya pencarian dilakukan oleh pemerintah dan tim SAR. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi penguat bagi keluarga serta membuka jalan agar kelima jurnalis dan tiga awak kapal segera ditemukan.

“Hari ini mungkin upaya kawan-kawan yang terakhir kali ya. Karena kemarin kan sudah mencoba berupaya secara usaha dari negara juga, dari pemerintah daerah. Nah, ini adalah upaya terakhir yang saya bilang bahwa untuk mengetuk pintu langit, supaya doa kami tembus,” katanya.

Theresia berharap Yudhis, Firman Daus, M. Bagus Khoirunnas, Donal Husni, Ari Basuki, serta tiga awak kapal dapat segera ditemukan. Ia juga berharap mereka dapat dipertemukan kembali dengan keluarga masing-masing dalam kondisi apa pun.

“Pada saat ini saya berharap ditimbulkan, dimunculkan, dipertemukan dalam kondisi apapun. Kalau menurut saya itu yang penting karena keluarga, istri, anak-anak ingin bertemu,” ujarnya.

Theresia kemudian mengenang Yudhis sebagai pewarta foto yang tegas dan gemar berbagi ilmu. Ia juga menyebut Yudhis memiliki kecintaan yang kuat terhadap profesinya.

“Dia sangat berbagi ilmu. Dia sangat mencintai profesinya. Kemanapun dia menjelajah, dia pasti mendapatkan foto yang bagus. Teman-teman juga suka terkaget-kaget,” pungkasnya.

Sebagai Informasi, Sobat Holopis, sebanyak delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus saat mereka berada di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dan pulau-pulau di sekitarnya. Pencarian kemudian diperluas hingga wilayah sekitar Pulau Sertung dan Pulau Panjang.

Kondisi cuaca, gelombang laut, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi sejumlah tantangan dalam proses pencarian. Hingga Jumat (11/9/), delapan orang tersebut masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari komunitas pers. Sejumlah organisasi dan insan pers menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas sekaligus mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dalam pencarian.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU