Komponen ini juga mendukung berbagai perangkat yang berhubungan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan pengemudi maupun penumpang.
Mobil listrik memiliki sistem baterai utama dengan tegangan sangat tinggi.
Karena itu, produsen kendaraan menerapkan rancangan kelistrikan khusus untuk memisahkan jaringan tegangan tinggi dari perangkat elektronik yang digunakan sehari-hari.
Sejumlah komponen tetap mengandalkan pasokan listrik 12 volt.
Di antaranya klakson, lampu kabin, tombol pada dashboard, central lock, serta berbagai perangkat elektronik lainnya.
Sistem pemicu airbag juga merupakan bagian dari perangkat keselamatan yang memerlukan dukungan jaringan kelistrikan kendaraan.
Rancangan setiap mobil dapat berbeda, tetapi sistem tegangan rendah menjadi bagian penting dalam pengoperasian perangkat keselamatan tersebut.
Penggunaan jaringan 12 volt membantu produsen mengelola kebutuhan listrik berbagai perangkat tanpa harus menghubungkannya langsung dengan baterai utama bertegangan tinggi.
Dengan demikian, aki 12 volt bukan hanya berfungsi sebagai sumber daya awal, tetapi juga mendukung sistem kelistrikan yang digunakan selama kendaraan beroperasi.
Ada alasan lain mengapa aki 12 volt tetap dipertahankan pada mobil listrik modern, yakni berkaitan dengan kondisi darurat.
Ketika mobil mengalami tabrakan serius, sistem keselamatan dapat memutus hubungan baterai utama dengan jaringan tegangan tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko korsleting dan bahaya kelistrikan setelah benturan.
Namun, memutus jaringan tegangan tinggi bukan berarti seluruh perangkat kendaraan harus langsung kehilangan pasokan listrik.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!