Aktivis demokrasi Ray Rangkuti mengingatkan bahwa pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menilai berbagai persoalan yang menimpa lembaga penopang demokrasi berpotensi meninggalkan dampak panjang.
Ray mengaitkan dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia (RI 1) dengan rangkaian persoalan yang menurutnya telah terjadi di sejumlah institusi negara, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPR, hingga aparat penegak hukum.
Ia mengaku khawatir karena persoalan yang terjadi pada lembaga-lembaga tersebut dapat menggerus kepercayaan publik terhadap demokrasi.
“Dan untuk memulihkannya enggak akan mudah, butuh waktu ya. Bagaimana waktu akan memulihkan KPK, bagaimana waktu memulihkan MK,” kata Ray dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (5/11/2026).
Ray mengakui terdapat perkembangan yang menurutnya mulai memperbaiki kepercayaan publik terhadap MK. Namun, ia menilai tantangan serupa masih dihadapi institusi lainnya.
“Saya bersyukur MK udah mulai lebih baik mendapatkan kembali kepercayaan publiknya,” ujarnya.
Di sisi lain, pendiri sekaligus direktur eksekutif Lingkar Madani (LIMA) tersebut mengatakan bahwa pemulihan kepercayaan terhadap KPU dan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian, bukan pekerjaan sederhana.
“Begitu KPU, ya begitu kepada aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan seterusnya, itu tidak akan mudah,” katanya.
Ray menilai masyarakat pada akhirnya ikut menanggung dampak ketika institusi negara mengalami kemerosotan kepercayaan akibat kepentingan politik tertentu. Karena itu, ia meminta dugaan penyadapan diusut secara menyeluruh agar persoalan tersebut tidak semakin memperburuk kondisi demokrasi.
“Pak Prabowo tidak perlu ragu-ragu ya dan harus dilakukan dengan cara cepat mengingat saat ini masyarakat simpati terhadap Pak Prabowo, dan oleh karena itulah jangan sampai simpati publik ini ya kemudian berlalu, tapi Pak Prabowo sendiri tidak menuntaskannya,” tuturnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!