Ray Rangkuti: Lebih Baik Gaduh karena Kebenaran daripada Damai karena Kebohongan

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Aktivis demokrasi Ray Rangkuti mengingatkan pemerintah agar tidak mengorbankan pengungkapan kebenaran demi menjaga situasi politik tetap terlihat tenang. Menurutnya, kegaduhan yang muncul akibat upaya mengungkap persoalan jauh lebih baik daripada ketertiban yang dibangun dengan menyembunyikan kebohongan.

Pernyataan itu disampaikan Ray saat menanggapi dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia (RI 1). Ia menilai persoalan tersebut harus diusut secara terbuka dan menyeluruh, meskipun prosesnya berpotensi menimbulkan dinamika politik.

Ray menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari pengungkapan fakta.

“Mungkin perlu untuk terus-menerus mengingatkan ya bahwa gaduh ini kebenaran itu jadi baik daripada tentang damai tapi menyimpan kebohongan,” kata Ray dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (5/11/2026).

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengutamakan suasana tertib dan aman apabila hal itu justru membuat persoalan yang sebenarnya tidak terungkap.

“Jangan karena takut kegaduhan demi kebenaran lalu kita menyimpan kebohongan demi rasa tertib dan aman,” ujarnya.

Menurut Ray, kebohongan yang dibiarkan tetap berpotensi membawa dampak buruk bagi kehidupan politik dan demokrasi.

“Sebab bagaimanapun kebohongan akan tetap sebagai kebohongan, dan dia selalu berpotensi untuk menyepuh kita,” tuturnya.

Direktur Lingkar Madani (LIMA) tersebut juga meminta Presiden Prabowo Subianto agar mengusut dugaan penyadapan tersebut secara luas dan mendalam, termasuk mengungkap siapa saja pihak yang menerima keuntungan dari informasi yang diperoleh serta untuk kepentingan apa informasi itu digunakan.

Bagi Ray, keterbukaan dalam mengungkap persoalan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dan institusi demokrasi.

“Saya berharap kepada Pak Prabowo satu ya, tuntaskan segera seluas-luasnya sedalam-dalamnya ya, tidak mungkin dalam konteks 100% setidaknya beliau menuntaskan ini di angka 90 atau 85% gitu,” tukasnya.

Sekadar diketahui, bahwa Bareskrim Polri secara resmi mengumumkan penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar nomor telepon Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah kalangan penting. Kasus pelik ini sontak menjadi sorotan publik nasional mengingat melibatkan figur berpangkat tinggi serta menyangkut aspek keamanan dan stabilitas tertib penyelenggaraan negara.

Dalam pengusutan perkara ini, penyidik Bareskrim Polri menerapkan metode pembuktian ilmiah atau scientific investigation secara ketat. Berdasarkan hasil penyidikan mendalam tersebut, kepolisian menetapkan tiga orang tersangka yang diduga kuat memiliki peran sentral dalam aksi spionase domestik ini.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!