Dituding Kerahkan Massa Bayaran Rp50 Ribu, RANS Terpojok Usai Carnival Sepi dan Saham Anjlok

0 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kontroversi RANS Carnival kian memanas setelah muncul tudingan massa bayaran Rp50 ribu. Di tengah boikot, saham RANS ikut terpuruk. Apa jawaban manajemen?

Polemik RANS Carnival di Yogyakarta belum juga mereda.

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) kini harus menjawab sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah muncul tudingan pengerahan massa bayaran Rp50 ribu untuk meramaikan acara.

Di tengah gelombang boikot, mundurnya sejumlah musisi hingga sepinya pengunjung, saham perusahaan milik Raffi Ahmad itu ikut tertekan.

Manajemen RANS akhirnya buka suara.

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI pada Rabu (4/11/2026), perusahaan secara tegas membantah terlibat dalam dugaan pengondisian massa untuk menghadiri RANS Carnival di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Corporate Secretary RANS Chintami Maranata Sihombing menyatakan perusahaan tidak pernah memberikan instruksi, memprakarsai, maupun membiayai pengerahan warga sebagaimana tudingan yang beredar di media sosial.

“Tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai,” kata Chintami dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Pernyataan tersebut merupakan jawaban atas permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor S-13702/BEI.PP2/11-2026 tertanggal 2 November 2026.

Sorotan terhadap RANS mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berisi ajakan kepada sejumlah lurah dan dukuh di Kabupaten Sleman untuk mengerahkan warga dengan imbalan Rp50 ribu per orang.

Tak hanya itu, muncul pula klaim mengenai fasilitas bus pariwisata gratis dan uang saku Rp100 ribu bagi peserta yang disebut-sebut berasal dari Boyolali.

Namun, klaim mengenai bus gratis dan uang saku tersebut belum terkonfirmasi melalui bukti independen.

Belum ada kepastian bahwa rombongan yang disebut dalam unggahan media sosial itu memang dikoordinasikan oleh pihak penyelenggara RANS Carnival.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!