Kapolresta Sleman AKBP Dhimas Prasetyo juga membantah kepolisian mengerahkan massa untuk meramaikan acara.
Menurutnya, kehadiran polisi semata-mata untuk melakukan pengamanan di lokasi.
Bantahan RANS muncul ketika perusahaan tengah menghadapi tekanan akibat gelombang boikot terhadap Raffi Ahmad.
Polemik bermula dari kehadiran Raffi dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Kegiatan yang digelar Polda Metro Jaya itu menuai kontroversi setelah muncul pengakuan peserta yang mengaku diundang komunitas dan menerima bayaran.
Polda Metro Jaya kemudian menyampaikan permintaan maaf.
Raffi Ahmad, yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, turut meminta maaf atas kegaduhan tersebut.
Namun, permintaan maaf itu tidak serta-merta menghentikan gelombang kritik.
Sejumlah musisi, termasuk Tipe-X dan Guyon Waton, memutuskan mundur dari RANS Carnival.
Beberapa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dilaporkan menarik diri dari kegiatan tersebut.
Dampaknya terlihat ketika RANS Carnival berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Acara yang digelar dengan tiket gratis di area parkir Stadion Maguwoharjo itu dilaporkan sepi pengunjung pada hari pertama.
RANS mengakui adanya perubahan susunan pengisi acara setelah sejumlah musisi memutuskan tidak tampil.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!