HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyiapkan lima program prioritas untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ke depan. Fokus tersebut mencakup perluasan layanan bagi korban kekerasan, pemenuhan hak anak, peningkatan peluang ekonomi perempuan, penguatan kolaborasi, serta evaluasi program.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, kelima prioritas tersebut menjadi perhatian kementeriannya untuk memastikan perempuan dan anak memperoleh perlindungan serta kesempatan yang lebih baik.
“Ada lima hal yang akan menjadi perhatian kami ke depan,” kata Arifatul dalam konferensi pers dua tahun kinerja KemenPPPA bertajuk Gerak Bersama untuk Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas di kantor KemenPPPA, di Jakarta, dikutip Holopis.com, Selasa (27/10).
Prioritas pertama adalah memperluas akses layanan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hingga September 2026, masih ada empat provinsi dan 66 kabupaten/kota yang belum memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
KemenPPPA akan mendorong pembentukan layanan di wilayah tersebut sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang sudah tersedia. Perbaikan ini diperlukan agar korban tidak hanya memiliki tempat untuk melapor, tetapi juga mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan.
“Kami akan terus mendorong pembentukan layanan tersebut. Tetapi bukan hanya menambah jumlahnya, kami juga akan memperbaiki kualitas layanan yang sudah ada agar korban tidak hanya memiliki tempat untuk melapor, tetapi juga mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan yang dibutuhkan,” ujar Arifatul.
Prioritas kedua berfokus pada pemenuhan hak anak. KemenPPPA akan memperhatikan berbagai persoalan yang masih dihadapi anak, mulai dari kesehatan, pendidikan, pengasuhan, kekerasan, perkawinan anak, hingga pekerja anak.
“Kami ingin semakin banyak anak bisa tumbuh dengan sehat, bersekolah, hidup dengan aman, dan memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya,” kata Arifatul.
Perluas Peluang Ekonomi Perempuan dan Evaluasi Program
Prioritas ketiga adalah memperluas kesempatan perempuan dalam bidang pekerjaan, kewirausahaan, kepemimpinan, serta peningkatan keterampilan dan akses ekonomi. Langkah ini diharapkan dapat mendukung kemandirian perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Agar semakin banyak perempuan mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Arifatul.
Selanjutnya, KemenPPPA akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, dan keluarga. Kerja sama lintas pihak dinilai penting karena persoalan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan oleh kementerian saja.
“Kami menyadari bahwa persoalan perempuan dan anak tidak mungkin diselesaikan sendiri oleh kementerian kami,” tuturnya.
Prioritas kelima adalah memperkuat pemantauan dan evaluasi program. KemenPPPA ingin memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata, sekaligus mengetahui kelompok penerima manfaat dan perubahan yang dihasilkan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...