KSPI Dukung Demokrasi Sehat, Ini Sikapnya soal Demo 28 Oktober

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, mendapat perhatian dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Keduanya mengingatkan agar masyarakat tetap bisa menyampaikan aspirasi secara terbuka tanpa melakukan kekerasan maupun tindakan yang berujung kerusuhan.

Imbauan tersebut disampaikan menjelang aksi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah elemen masyarakat. Salah satu lokasi aksi yang disebutkan adalah kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI) menyatakan dukungannya terhadap demokrasi yang sehat dan berjalan sesuai konstitusi.

Presiden KSPI Said Iqbal mengimbau para buruh dan peserta demonstrasi agar menyampaikan tuntutan secara tertib, damai, serta mengikuti aturan yang berlaku.

“KSPI mengimbau para buruh dan peserta aksi demonstrasi pada tanggal 28 Oktober 2026 hendaknya aksi dilakukan secara damai tanpa kekerasan dan kerusuhan sesuai konstitusi dan peraturan yang berlaku,” kata dia.

Said juga berharap cita-cita bangsa untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur dapat terus diperjuangkan melalui kehidupan demokrasi yang sehat.

Bagi KSPI, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap mengutamakan ketertiban dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Polri Ingatkan Masyarakat Tak Terprovokasi

Imbauan serupa disampaikan Polri. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan perbedaan pendapat dan kritik merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan aspirasi. Meski demikian, penyampaian pendapat perlu dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak disertai tindakan yang melanggar hukum.

“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” kata Isir.

Polri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Sikap kritis terhadap informasi yang beredar dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman di tengah situasi aksi.

BEM UI Bakal Gelar Aksi di Bundaran HI

Sementara itu, BEM Universitas Indonesia bersama berbagai elemen masyarakat dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, BEM UI akan menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Kehadiran massa aksi di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintasi pusat Jakarta. Masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar lokasi disarankan memantau informasi lalu lintas dan pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Imbauan KSPI dan Polri sama-sama menyoroti pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU