Sherly juga menekankan bahwa perluasan akses pasar dan pembangunan infrastruktur harus disertai perlindungan terhadap karya kreator. Kepastian atas hak kekayaan intelektual dan kontrak yang adil diperlukan agar kreator tidak hanya mendapatkan pengakuan atas karyanya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil kreativitas mereka.
Ia mencontohkan lagu-lagu dari Indonesia Timur yang telah dikenal luas, tetapi penciptanya belum tentu memperoleh perlindungan hak kekayaan intelektual maupun akses pasar yang memadai. Menurut Sherly, popularitas sebuah karya tidak serta-merta menjamin penciptanya mendapatkan manfaat ekonomi yang sepadan.
“Tapi kemudian kebanyakan dari mereka tidak mendapatkan perlindungan atas hak-hak yang mereka ciptakan, atau mereka memiliki produk yang sangat indah, tetapi memiliki akses kesempatan yang sangat terbatas untuk bertemu dengan pasar yang tepat yang dapat menghargai karya mereka,” jelasnya.
Untuk memperluas peluang tersebut, Sherly melihat perdagangan digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai sarana yang dapat membantu kreator menjangkau pembeli, investor, dan pasar yang lebih luas. Namun, menurutnya, teknologi hanya akan efektif jika pelaku ekonomi kreatif di daerah turut memiliki akses terhadap infrastruktur dan dukungan yang diperlukan.
Dalam forum tersebut, Sherly juga meminta dukungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar agar kreator yang memiliki kemampuan, tetapi terkendala kesempatan, dapat terhubung dengan pasar. Menurutnya, membuka akses tersebut penting agar bakat yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan.
“Semoga Ibu bisa membantu saya mewakili mereka yang memiliki bakat tetapi kekurangan kesempatan agar mendapatkan akses ke pasar, sehingga bakat tersebut dapat dikonversi menjadi lapangan kerja dan penghasilan,” kata Sherly.
Bagi Sherly, keberhasilan ekonomi kreatif pada akhirnya perlu dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan para pelaku, bukan hanya dari popularitas karya yang dihasilkan. Ekosistem yang baik harus mampu memberi kesempatan bagi kreator untuk memperoleh penghasilan dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
“Kreativitas tidak boleh hanya dirayakan, tetapi harus menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang di baliknya,” tutup Sherly.
Ia berharap potensi kreatif masyarakat Maluku Utara mendapat dukungan yang memadai untuk berkembang menjadi sumber penghidupan. Akses pasar, perlindungan karya, dan kesempatan usaha yang lebih luas menjadi kunci agar kreativitas tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan penciptanya.



💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...